Takdir Pertama

3009 Words

Beberapa bulan kemudian..... "Ya buat saja janji seperti biasanya." "Untuk jamnya, kalau jam 3 begitu, gak keberatan, pak?" "Gak apa-apa. Atur saja." Sekretarisnya mengangguk. Baru mau bertanya lagi, tangan Ardan terangkat. Cowok itu mengangkat telepon dari salah satu teman papanya. Aslinda ya terpaksa keluar lah. Meninggalkan Ardan yang sebenarnya hanya menerima telepon dari orang yang tak penting. Hahahaha. Ia akhirnya tahu sih cara menghindari Aslinda. Jadi ya sudah cukup terlatih selama beberapa bulan ini. Cukup dengan menyalakan alarm beberapa menit sekali. Hahahaha. Ia menghela nafas lega begitu Aslinda keluar. Waktu pulang sebentar lagi dan memilih untuk segera pulang saja. Ya tak lama memang pulang sih tapi dengan langkah terburu-buru. Ya sok sibuk ada kerjaan lain begitu deh

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD