"Kamu gak akan terus menetap di sini kan?" Yang dimaksud adalah BIN. Ya Badan Intelijen Negara di mana mereka bekerja. Ahmad menghela nafas. Mereka baru saja keluar dari warung. Ya kan makan dulu sebelum berpisah. Kebetulan makan di warung yang tak begitu jauh dari stasiun. Jadi ya biar lebih dekat dan lagi, tak lama lagi juga Ahmad harus segera masuk ke dalam kereta. "Hanya sampai urusanku selesai, mas. Aku hanya ingin tahu bagaimana akhir hayat dari ayahku." Ia mengangguk-angguk. Yapaham sih. Walau itu artinya, Ahmad juga tak tahu sampai kapan ia akan berada di dalam lembaga itu. Baginya memang tak menyenangkan. Ia lebih suka berorasi dari pada bekerja sembunyi-sembunyi. Ini seakan bukan jati dirinya sih. Tapi ya apa boleh buat. Ada hal yang masih ingin ia telisik lebih dalam. Apalag

