David tentu saja tak percaya. Ia berupaya menelepon Rachell tapi sayangnya tak diangkat. Mungkin sibuk kah? Ia berpikir seperti itu. Ya tak mungkin Rachell ke sini tanpa memberitahunya. Tapi ketika ia meninggalkan ruangan itu, ke mana pun ia berjalan, semua orang membicarakan Rachell. Bahkan..... "Aku kesal aja, Bun. Udah jelas loh tadi ditampar begitu. Dia malah pergi gitu aja. Balas apa kek. Ngomong apa kek. Biar temennya gak gelunjak begitu." Yang gemas tentu saja Fara. Ia hanya tak suka kalau Lala diperlakukan seperti itu. Meski mungkin kalau ia berada di posisi Lala juga akan diam begitu. Ya tapi Fara hanya kesal sih. Bunda malah tertawa melihat menantunya seperti itu. "Tapi mungkin Lala pengennya begitu. Kami hormati dia aja." "Tapi kalau ujung-ujungnya malah nambah dosa orang l

