Pesta Adhiyaksa

1567 Words

Pesan terakhir dari Ardan yang masih terngiang-ngiang di dalam pikirannya. Meski itu sudah berlalu beberapa hari sih. Rasanya? Jangan ditanya lah. Ketika ia sibuk menghabiskan satu harinya untuk berjalan-jalan di Bangkok, berbelanja baju cadangan. Mencoba mencari shawl atau scarf hijab. Ya dapat sih sebenarnya walau peruntukkannya bukan untuk menutupi kepala. Tapi setidaknya, ia punya gantinya. Ia juga mencuci pakaiannya. Malam tiba, ia mendapati pesan dari Ardan. Ia baru membaca dan rasanya? Ya sedih lah. Walau ia tahu memang harus begitu. Ia dan Ardan memang sudah mengakhiri. Namun tetap saja, ia merasa tersakiti. Walau ya harus melanjutkan hidup dan perjalanan. Jadi ia sudah berpindah lagi. Sudah tak di Bangkok. Ia naik kereta dari Stasiun Hualamphong di Bangkok dan tiba di Aranyaprat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD