STEVANUS TERBAKAR API CEMBURUNYA "Astaga, ada apa ini? Mengapa Tuan Stevanus keluar dari ruangan Vidi? Ada apa?" batin Elena. "Tidak Elena, tidak. Kau tak usah ikut campur lagi. Itu bukan urusan kalian. Kau tak perlu ikut campur," ucap Elena menggelengkan kepalanya. Dia segera berlalu untuk ke ruangan Vidi. 'Ceklek' pintu di buka, Elena datang ke ruangan Vidi dan berani bersikap lancang seperti itu karena tulisan istirahat, dia pikir Vidi sedang mengerjakan laporan harian. Apalagi karena Vano sempat mengeluh sesak dan sakit rewel tadi. "Dokter Vidi, apakah mainan Vano tadi masih kau bawa? Dia mencarinya," panggil Elena melihat pintu ruangan Vidi yang bertuliskan istirahat di depan. "Ah iya, ini," kata Vidi menyerahkan salah satu mainan Vano dengan asal. "Kau kenapa? Kenapa murung

