bc

Mengandung Benih Cinta Sang Tuan Muda

book_age18+
127
FOLLOW
1.5K
READ
HE
escape while being pregnant
second chance
boss
doctor
drama
bxg
no-couple
brilliant
genius
office/work place
assistant
naive
like
intro-logo
Blurb

Elena hamil akibat hubungan gelapnya bersama dengan kekasihnya, tidak lain adalah atasannya, Stevanus-CEO Santoesa Group. Saat mengatakan kabar gembira mengenai kehamilannya justru Stevanus meminta Elena mengugurnya.

Elena tidak tega memilih untuk melahirkan bayinya dan meninggalkan Stevanus. Kepergiaan Elena membuat Stevanus menggila, mencari keberadaan sang kekasih. Beberapa tahun kemudian, keduanya dipertemukan kembali saat Elena mencoba untuk menyelamatkan nyawa putranya.

Akankah Elena mengetahui alasan Stevanus memintanya mengugurkan bayi mereka? Apakah Stevanus mendapatkan kembali anak dan kekasihnya?

chap-preview
Free preview
Sttttt! Aku Keluar CEO!
STT!!! AKU KELUAR CEO! 'Tak' 'Tak' 'Tak' suara keypad komputer berpadu. Jam sudah menunjukkan pukul delapan malam, namun Elena masih harus berkutat dengan beberapa pekerjaannya yang memang belum selesai. Sepertinya malam ini dia harus lembur lagi. 'Ting' satu pesan masuk. "Ah, siapa yang mengirimkan pesan," gumam Elena sambil merentangkan tangannya. [Elena, bisa ke ruang rapat?] [Siap, Pak] Elena langsung berjalan menuju ke ruangan rapat. Dia membuka pintu perlahan dan memanggil CEO nya, lelaki yang mengirim pesan. "Pak CEO," panggil Elena sambil membuka pintu. 'Brak' pintu langsung di tutup, tubuh Elena di tarik dalam pelukan lelaki yang tak lain adalah CEO nya. Lelaki itu dengan tiba-tiba mengecup bibirnya. "Ahhhh," desah Elena. "Kenapa? Kau kaget ya?" tanya Steven dengan nafas terengah-engah. "CEO..." "Kenapa?" tanya Steven. "Bagaimana jika ada yang lihat nanti?" tanya Elena. "Ck! Jam segini, siapa yang bakal ada di sini?" tanya Steven sambil mencium bibir Elena. "Tapi... Ahhhh...Umpphhh...." desah Elena. 'Krekk' suara pintu ruang rapat di buka. d**a Elena berdetak kencang, sepersekian detik tubuhnya di tarik ke belakang. "Eh, kenapa lampu kantornya masih menyala?" tanya suara seseorang dari luar. "Apa ada yang lupa matikan? Benar-benar ya, tugas OB di sini terlalu santai," gerutunya. "Stttt!" bisik Alexander di telinga Elena. Dia memeluk Elena dari belakang dan bersembunyi di samping lemari besar. "Apa kau mau hubungan kita ketahuan, Elena?" bisik Stevan. Elena hanya bisa menggelengkan kepalanya lemah. Tubuhnya terasa lemas seketika, detak jantungnya tak beraturan. Dia sangat panik, gugup, menjadi satu. Tak lama pintu di tutup lagi. Tubuh Elena di putar langsung menghadap ke Steven. "Bisakah kita melakukannya di sini?" tanya Steven. "Apakah aku punya pilihan lain CEO?" jawab Elena. "Menginap semalaman di rumahku. Bagaimana?" ajak Steven. "Rasanya itu lebih baik dari pada kita melakukannya di sini. Banyak CCTV dalam kantor ini," ujar Elena. Namun hal yang tak di sangka justru di lakukan Steven. Dia menggendong tubuh mungil Elena dan mendudukkannya di atas meja rapat. Dengan membabi buta, Steven menciumi bibir Elena sampai lehernya. Elena mengerang dengan tertahan sambil menggigit bibirnya. "Kau sangat cantik malam ini, Elena," kata Steven langsung menjilat tiap jengkal leher Elena. "Dan kau sangat seksi, aku tidak bisa menahannya lagi," sambungnya sambil mencium dan melumat bibir Elena. "Ahhh, CEO seluruh tubuhku panas dan geli. Aku tak bisa berpikir sekarang! Apakah kita akan benar-benar melakukan hal gila ini di ruang rapat?" tanya Elena sambil berbisik. "Ck! Kau sepertinya memakai rok span pendek begini agar mudah di akses, sepertinya kau yang ingin melakukan apa yang ku inginkan denganmu malam ini," bisik Steven. Wajah Elena langsung memerah. Dia bisa melihat CEO Steven, atasannya sudah begitu terangsang dengan tatapan nya yang nanar. Elena membingkai wajah maskulin itu dengan kedua tangannya. Dia mencium bibir Steven, tangan Steven dengan cepat membuka blouse milik Elena. Sehingga menampakkan dua buah d**a nya yang sintal menyembul dari balik bra. "Ah, ngh! Haa, rasanya sangat nikmat," gumam Elena terus mendesah. Steven berjongkok di hadapan Elena yang ada diatas meja. Dia mulai menjilat setiap jengkal kaki Elena membuat wanita itu membuatnya kelojotan karena nikmat. "Tunggu! Tunggu, CEO..." "Ck! Kenapa? Kau sudah basah sekali Elena. Mengapa?" tanya Steven sambil menjilat bagian intim lubang milik Elena. "Ah! Hnhg, CEO..." desah Elena. "Apakah ini benar-benar kau CEO?" dalam hati Elena. Sosok yang dulu dikenalnya begitu dingin, arogan, keras kepala, dan sangat egois, nyatanya sekarang mampu bertekuk lutut di hadapan Elena. Bahkan dia terlihat sangat menikmati tubuh wanita itu. Elena dan CEO Stevanus memang memiliki hubungan lebih dari atasan dan bawahan di kantor. Namun Ini baru pertama kalinya bagi Elena melakukan tindakan ini di ruang rapat. "CEO apakah kau bertindak sopan dan pantas di tempat kerja saja? Tapi kenapa kau bertingkah seperti ini saat bersamaku meskipun kita dalam lingkup kantor?" tanya Elena. "Aku terus berpikir, apakah kamu permainanku atau kau memang ingin serius denganku?" tanya Elena. "Kenapa kau membahasnya saat seperti ini," kata Stevanus sambil terus melakukan kegiatannya. Dia memasukkan jarinya ke lubang kenikmatan milik Elena membuat wanita itu semakin mendesah. "Kau terlihat sangat seksi dengan rambut terurai begini, CEO. Rasanya gairahku semakin bertambah melihatmu seperti ini, tubuhku menjadi sangat panas," bisik Elena. "Jangan kau tahan, Elena. Lepaskan semua hasratmu," perintah Steven. Elena menjambak perlahan rambut Stevenaus dengan pelan lalu menatapnya. Stevan nampak terkejut dengan perlakuan Elena, kemudian dia tersenyum ke arahnya. "Bagaimana rasanya?" tanya Steven. "Lidah panjangmu sungguh menggelitik ku, CEO. Itu rasanya sungguh nikmat. Jadi tolong lakukan lebih cepat," kata Elena sambil mengarahkan kepala Stevanus pada lubang kenikmatannya. "Bosku yang sombong! CEO yang selalu memerintahkan aku dengan arogan nya! Kini dia terlihat berlutut memakan ku, menjilati lubang kenikmatan yang menjijikkan dari tubuhku. Ah, ini tidak buruk sama sekali. Mulai sekarang kalau dia memerintahkan aku dengan kejam, maka aku bisa mengatakan omong kosong! Karena saat berdua bersamaku dia bahkan menjadi budakku," batin Elena dalam hati. "Elena aku tidak bisa menahannya lagi," kata Stevanus sambil melepaskan celananya tanpa membuka jas kerjanya. Dia lalu menidurkan Elena di atas meja rapat. Aghhh! MMppgghhh... Haaaa, seperti ada sesuatu yang besar dan tebal membuatku sesak, panas, dan geli menjadi satu," bisik Elena lirih di telinga Steven. "Bagaimana Elena," tanya Steven. "Menakjubkan, nikmat sekali, CEO!" "Elenaaa!!! Hufffff... Elena..." gumam Stevenus sambil bergerak menggenjot tubuh mungil Elena di bawanya. "Aghhhh... Ha.... Ha....," erang Elena. "Ini sangat nikmat.." "Sungguh?" tanya Elena. Elena sudah tak bisa berpikir jauh lagi, dia acapkali melakukan ini bersama Stevanus. Bahkan tak sekali dua kali. Bahkan mereka acap kali melakukannya tanpa menggunakan pengaman sama sekali. Stevanus tak pernah menyukai pengaman dalam setiap hubungan badan. Hal ini sebenarnya membuat Elena ketir-ketir juga, takut dia hamil. Tapi untungnya selama ini semua berjalan dengan lancar, tanpa pernah dia kebobolan. Hal ini membuat Elena terlena dan bersikap santai saja setiap melakukannya di manapun. Dia sungguh tak bisa menolak sentuhan Stevanus yang sangat pandai merangsang dan membuatnya selalu bernafsu dengannya. "Elena, kau tidak tahu betapa aku bahagia bisa bersamamu, Elena. Aku ingin kau menjadi satu-satunya, mulai sekarang dan selamanya," erang Stevanus. "Andai aku bisa menikmati semua sikapnya yang manis seperti ini setiap saat. Mengapa dia menyebalkan sekali saat jam bekerja, ini adalah sisi yang sama sekali berbeda dari dirinya. "Ahhhhhhhh! Aku keluar CEO," pekik Elena tertahan. BERSAMBUNG

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
31.4K
bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
15.3K
bc

TERNODA

read
199.4K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
234.3K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
189.9K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
71.3K
bc

My Secret Little Wife

read
132.4K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook