*** "Semangat sekolahnya ya, Anak ganteng Mami. Nanti siang seperti biasa Mami jemput." Membungkukan badan kemudian mengusap pucuk kepala Arutala, ucapan penuh kasih sayang tersebut Flora lontarkan pada sang putra. Pagi datang, dia mengantar Arutala seperti sebelumnya. Tidak berbeda jauh dari sekolah lama, Arutala hanya bisa diantar sampai ke depan gedung, sehingga perpisahan pun terjadi di sana. "Oke, Mami," jawab Arutala. "Semangat kerjanya ya. Aru pasti semangat juga belajar di sini." "Pasti, Sayang." Tidak berlama-lama mengobrol, Flora melepas sang putra masuk ke dalam gedung sekolah. Tidak terus di posisinya, dia kembali ke mobil, hingga ketika hendak melajukan kendaraannya, sebuah panggilan masuk. Mendapat telepon dari Altariga, Flora memutar kedua matanya malas. Namun, meskip

