Bagian Enam Puluh Delapan

1116 Words

*** "Selamat pagi, Sayang, waktu libur kamu sudah habis." Belum sepenuhnya sadar setelah terbangun dari tidur beberapa detik lalu, Gisella menyipitkan mata usai sapaan tersebut didengarnya dari telepon. Masih terlelap dengan damai di pukul lima pagi, Gisella terpaksa membuka mata setelah ponsel miliknya berdering dari atas meja. Tanpa melihat dulu layar, dia menjawab panggilan tersebut karena Gisella pikir sang penelepon adalah Altariga yang ingin mengabari tentang kepulangannya dan Arutala pagi ini. "Kamu siapa?" tanya Gisella, masih dengan rasa kantuk yang menyelimuti. "Aku enggak kerja di mana-mana ya. Jadi apa itu libur?" "Enggak usah sok amnesia," ucap seorang pria dari sebrang sana, yang suaranya mulai Gisella kenali. "Baru bangun tidur ya kamu, hm?" Gisella mengerutkan kenin

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD