Enam Puluh Sembilan

1053 Words

*** "Ini enggak akan jadi masalah ke depannya, kan? Saya enggak mau ya dilabrak istri kamu dengan tuduhan macam-macam. Lumayan arogan soalnya dia kalau bicara." Sambil memasukkan ponselnya lagi ke dalam tas, pertanyaan tersebut Flora berikan pada Altariga yang duduk persis di depannya. Tidak sedang di perjalanan, saat ini dia dan pria itu sedang berada di tempat makan untuk menikmati sarapan. Tidak hanya berdua, tentunya ada pula Arutala dan Bi Eni. Namun, ketika Flora mendapat panggilan dari Gisella, Arutala dan Bi Eni sedang ke kamar mandi, sehingga yang mendengarkan obrolannya dengan Gisella hanyalah Altariga. "Enggak," ucap Altariga. "Kamu jangan khawatir. Nanti saya yang urus. Lagipula saya agak badmood juga sama Gisella. Dia yang ngejanjiin jemput, tapi dia juga yang telat. Tahu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD