Bagian Tujuh Puluh Satu

1138 Words

*** Setelah berhasil menenangkan Flora dari rasa sedih, Altariga memutuskan untuk berpamitan pulang. Meninggalkan kediaman Flora sekitar pukul sembilan pagi, dia sampai di rumah satu jam setelahnya. Tidak mengemudi sendiri, Altariga pulang menggunakan taksi, karena mobil miliknya dibawa pulang ketika dia masih di Singapura. "Pak Riga, sudah pulang, Pak?" Disambut salah satu art setibanya di ruang tengah, Altariga tersenyum tipis sebagai respon. Mengedarkan pandangan untuk mencari keberadaan Gisella, atensinya kembali pada sang art setelah sosok sang istri tidak dia temukan. "Gisella ada di rumah kan, Bi? Mobilnya saya lihat ada di depan." "Ada, Pak," jawab sang art. "Di atas sepertinya." "Sempat keluar apa di rumah sejak pagi?" "Sempat keluar sih, Pak," ucap sang art. "Kalau enggak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD