*** Setelah mendapat informasi dari Septi tentang kedatangan tamu di butik, Flora menambah kecepatan mobilnya. Mengambil jalan alternatif yang tidak terlalu sering dia lewati, Flora sampai sepuluh menit lebih awal dari seharusnya. Parkir di bagian depan butik yang masih cukup sepi, Flora disambut dua satpamnya di dekat pintu masuk. Masih pukul delapan, butik belum beroperasi karena meskipun karyawan selalu datang sebelum pukul delapan pagi, Flora menetapkan jam buka butik di pukul setengah sembilan. "Selamat pagi, Bu Flora." Tersenyum tipis tatkala beberapa karyawan menyapanya, Flora terus melanjutkan langkah menuju lantai dua, hingga setibanya di sana, kehadiran seorang perempuan di sofa tamu menyambut dirinya. Bukan orang yang punya hubungan baik dengannya, perempuan tersebut adalah

