*** Dua jam menempuh perjalanan udara, Altariga, Arutala, dan Bi Eni sampai di Singapura pukul tujuh pagi. Tidak langsung ke hotel, mereka menikmati dulu sarapan di sana hingga sekitar pukul setengah delapan, Altariga membawa putranya ke tempat dia akan menginap selama di Singapura. Tidak menggunakan taksi biasa, Altariga dijemput seorang sopir karena memang selama di Singapura, dia sengaja menyewa mobil berikut sopir yang akan mengantarnya ke mana pun dia pergi. "Jam sepuluh nanti Papi meeting di luar, Ru. Aru mau ikut sama Papi apa nunggu di hotel?" Duduk berdua di kursi belakang, pertanyaan tersebut Altariga berikan pada sang putra yang berada persis di samping kanannya. Belum hilang rasa canggung, bocah tersebut masih banyak diam setiap kali bersamanya, sehingga Altariga pun harus

