*** Hari kamis tiba, kegiatan Flora masih seperti biasanya. Pergi mengantar Arutala ke sekolah, kemudian melanjutkan perjalanannya menuju butik, kesibukan menyambut sehingga sampai pukul sepuluh tiba, Flora masih di ruangan kerjanya—mengurus design sambil sesekali berkomunikasi dengan klien. "Setengah jam lagi deh ke sekolahnya Aru," ucap Flora, sambil melirik arloji di tangan kirinya. "Dua puluh menit juga sam—" Flora berhenti bicara setelah suara ketukan di pintu ruangan kerjanya, tiba-tiba saja terdengar. Beralih atensi, dia meminta sang pengetuk membuka pintu, sehingga tidak sampai lima detik, pintu pun terbuka—menampilkan Septi, salah satu karyawan di butiknya. "Selamat siang, Bu." "Siang," sapa Flora. "Ada apa?" "Ada tamu yang ingin bertemu dengan Ibu," jawab Septi—membuat Flor

