Part 1
Hai perkenalkan namaku Aqila Zalfa Kaifiya Klinski aku blasteran Jerman dan Indonesia, papaku Jerman Sunda mamaku Indonesia suku Batak. Papa ku nama nya adalah Mochamad Ali Klinski, Mama ku namanya adalah Karima Hafsari Klinski.
Papaku seorang arsitektur terkenal ia memiliki kantor perusahaan properti yang tersebar di dunia, tetapi walaupun banyak perusahaan tersebar di mancanegara papaku lebih milih stay di Jakarta saja.
Perusahaan nya dia pantau lewat anak buahnya yang dia percayai saja, sebelum memiliki perusahaan properti papaku seorang pensiunan dini di salah satu kantor sipil negara.
Selain mengurus perusahaan papaku melanjutkan usaha kebun teh milik kakek ku yang ada di Bandung.
Sedangkan mamaku adalah seorang designer terkenal di Indonesia dan mulai merambah ke internasional. Mamaku sama seperti papaku, lebih memilih mengerjakan pekerjaan nya di rumah agar bisa memiliki waktu yang banyak dengan keluarga.
Aku juga memiliki satu abang, yaps aku anak bontot gengs. Abang ku baru naik kelas tiga Sma di highschool terkenal yang akan menjadi sekolah ku nanti.
Abang ku namanya adalah Achmad Al Abhizar Klinski.
klinski itu nama keluarga dari papa guys.. Yaps kurasa segitu dulu perkenalan keluarga ku guys karena aku harus buru-buru berangkat sekolah takut telat.
Selesai berdandan rapih dan memakai seragam baru ku putih abu-abu aku langsung turun kebawah, sesampainya dibawah kulihat sudah pada kumpul di meja makan.
"Morning mom dad.." ujarku sambil mengecup pipi mereka.
"Morning bang Al." ujarku sambil mengecup pipi abangku juga.
Yaps saking dekatnya kami, kami sering melakukan hal-hal kecil yang membuat rumah ini berwana.
Langsung saja kami semua mulai sarapan bersama lalu setelah itu aku dan abang berpamitan dengan kedua orang tua kami, setelah berpamitan kami langsung ke teras rumah dan abang langsung naik ke motornya dan menyalakan motornya.
Langsung saja aku naik ke jok belakang motor abang sambil pegangan bahunya. Setelah itu kami langsung menuju sekolahan.
Sesampainya di sekolahan abang langsung parkir di parkiran motornya yang khusus untuk geng motornya abang.
Ya abang ku seorang most wanted yang sangat disukai para kaum hawa, ia adalah ketua geng motor yang bernama kan black rat yang artinya tikus atau curut hitam.
Ntah lah aku gak tau kenapa namanya itu karena memang dari dulu sudah seperti itu guys wkwk. Abang Al sudah selesai parkir aku pun langsung turun perlahan dari motornya yang besar ini.
"Sekolah yang rajin ya dek jangan bandel, kalo anggota osis nya godain lu lapor aja ke gua dek lu tenang aja." Ujar abangku sambil mengacak-acak rambutku.
"Iish abang berantakan rambut ku, iya iya udah tenang aja bang kan ada Kirana juga tenang aja." Ujarku
"Hahaha temen mu yang jago adu mulut itu ya, yaudah yuk abang anter kamu ke kelas biar gak nyasar." Ujar abangku
"Iya bang gitu-gitu dia jadi kebanggaan Smp kita dulu tau karena dia sekolahan jadi banyak piala lomba debat." Ujarku.
"Yeu kamu juga ya lupa kamu sekolahan kamu sampe beli lemari lagi karena kekurangan tempat buat piala dari kamu." Ujar bang Al.
Aku pun cuman merengut saja mengingat kejadian tersebut, kami berdua pun berbincang sambil jalan menuju kelas aku yaitu kelas 1 ipa 2.
Ya aku masuk kesini bukan karena ada abang aku juga sih tapi karena ikut dengan sahabat kecil ku Kirana, kami dari kecil sekolah di khusus perempuan tapi ketika beranjak dewasa ini Kirana pun mempunyai ide untuk masuk ke sekolah campur ini.
Melalui perjalanan yang panjang untuk ijin dengan papaku akhirnya atas putusan papa kami boleh sekolah di sekolah campur tapi harus di sekolahan tempat abang Al.
Karena biar bang Al bisa menjaga kami di sisa waktu sekolahnya ini, dan juga karena papa sudah kenal dengan guru-guru nya jadi papa ngerasa aman menitipkan ku disini.
Akhirnya kami pun menyetujui nya yang penting kami sekolah di sekolah campur tidak khusus perempuan lagi.
Back to tkp guys hehe.
Sesampainya di depan kelas aku pun langsung berpamitan dengan abang ku dan langsung masuk ke dalam kelas. Kulihat sekeliling untuk mencari bangku dan yang tersisa hanya di depan guru dan dua dari belakang.
Akhirnya aku memilih di dua dari belakang yang sudah ada satu perempuan berbadan gempal dan cantik.
"Permisi bangku ini kosong?" tanyaku ke dia.
"Iya kosong kok duduk aja silahkan.." Ujarnya mempersilahkan aku duduk.
Kulihat di belakang bangku ini ada dua lelaki yang satu tampang sangar dan dingin satunya lagi tampang dingin tapi terlihat badboy. Keduanya sama-sama ganteng.
Aish apasih aku ini udah ngomongin ganteng-ganteng aja. Langsung saja aku duduk setelah di persilahkan sama perempuan tersebut.
"Owen gue titip adek gue ya." Ujar bang Al dari depan pintu.
Aku pun langsung celingukan mencari orang yang dititipin aku sama bang Al. Dan rupanya orang tersebut adalah lelaki dingin nan sangar yang ada di belakang ku. Kulihat dia menganggukkan kepalanya.
"Hai kenalin nama aku Aqila.." Ujarku ke perempuan disampingku
"Hai gua Jasmin, yaelah gausah kaku kali Aqila." Ujar perempuan tersebut.
"Hai.. Gw Aqila.. Kalian?" Ujarku ke dua lelaki tampan di belakang ku.
"Gue Owen. Yang tadi abang lu titipin lu ke gue." Ujar Owen.
"Kok bang Al bisa kenal lo? Hei kalo lo siapa namanya?" ujarku
"Cantik.." ujar lelaki tersebut.
"Hah? Nama lu cantik? Ok salam kenal cantik." Ujarku polos.
"Wkwkwkwk nama dia Akhtar le.. Iya gue tinggal kelas harus nya sekarang gue kelas sebelas tapi gak naik. Gue satu geng motor sama bang Al makanya gue kenal sama dia." Ujar Owen.
"Oouh gitu hehe.. Jadi siapa nama lo? Akhtar? Gak mungkin kan gua manggil lo cantik.." Ujarku sambil ketawa pelan.
"Nama gue Akhtar, cowok paling ganteng di sekolah ini." ujar Akhtar kepedean.
"Diih pede sekali anda bung.. Gantengan juga abang gua nih ya monmaap aja.." ujarku sambil ketawa.
"Iyedah yaudah kalo gitu gue cowok paling ganteng seangkatan kita." ujar Akhtar.
"Yayaya whatever.." Ujarku.
Kemudian bel pun berbunyi pertanda masuk kelas, dan kami semua langsung duduk dengan rapih.
Tidak lama kemudian masuk seorang guru perempuan yang ternyata ia adalah wali kelas kami namanya adalah bu Dewi. Beliau juga yang mengajar kimia.
Setelah beliau mengenalkan diri dan membuat struktur kelas beliau keluar dari kelas karena sebentar lagi kami akan diberi agenda oleh anggota osis.
Struktur kelas yang dibuat tadi ketuanya adalah Ahmad, Wakilnya Sisil, Sekretaris nya Jasmin dan Bendahara nya adalah aku. Kami adakan rapat sebentar untuk mengurus struktur kelas dan meminta nomer w******p setelah itu kami bubar.
Tak lama setelah itu masuklah enam anggota osis, ada tiga lelaki dan tiga perempuan. Yang lainnya semua menyebar di masing-masing lorong deretan meja kami kecuali satu orang ia adalah ketua penanggung jawabnya.
Ketua penanggung jawab menulis agenda selama lima hari kedepan. Empat hari untuk mos di sekolah dan satu hari pas hari akhir adalah penupan acara penyambutan murid baru.
Kemudian mereka pun menjelaskan apa saja yang harus kami bawa setiap harinya berbeda, dan tentunya mereka menjelaskan nya dengan kode tidak langsung terang-terangan mereka memberitahu kami apa yang harus dibawa.
Setelah itu bunyi speaker panggilan untuk kami semua untuk berkumpul di lapangan untuk melaksanakan upacara yang telat sekaligus pembukaan acara penyambutan murid baru.
Langsung saja kami semua bersiap untuk keluar kelas dan menuju lapangan. Saat aku ingin jalan keluar kelas tiba-tiba tiga anggota osis yang cowok mendekati ku dan menggodai ku.
"Jangan sembarangan godain orang, liat-liat dulu asal usulnya, dia adeknya si Al ketua black rat.." Ujar Owen
Kemudian tiga lelaki tersebut pergi begitu saja ketika mendengar Owen menyebutkan nama bang Al.
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
To Be Continued...