Pagi harinya ketika alarm berbunyi langsung saja aku bangun dan langsung mandi setelah mandi beberes untuk berangkat sekolah.
Setelah rapih langsung saja aku turun ke ruang makan, sesampainya di ruang makan kulihat sudah pada kumpul semua. Langsung saja aku duduk samping bang Al dan kami langsung mulai makan.
Selesai sarapan aku dan bang Al langsung berpamitan sama mama dan papa setelah pamitan kami langsung berangkat.
Sesampainya di sekolahan aku langsung turun dari motor bang Al, aku pun langsung jalan ke kelas bersama bang Al, sesampainya depan kelas aku langsung pamitan sama bang Al dan langsung saja aku masuk kedalam kelas.
Langsung saja aku jalan ke bangku ku dan duduk. Kemudian tak lama para anggota osis penanggung jawab kelas kami masuk, dan tas kami mulai di periksa satu persatu apakah bawaan kami lengkap atau tidak.
Setelah mereka selesai cek perlengkapan kami dan tidak ada satu pun yang tidak membawa atau salah membawa perlengkapan nya, kami pun lega.
Kemudian berlangsung lah kegiatan ospek kami sampai jam istirahat pertama. Tak terasa bel istirahat pun akhirnya berbunyi dan kami semua langsung menuju kantin.
Jasmin yang tidak mau ikut ke kantin akhirnya aku pun jalan sendirian ke kantin, saat di perjalanan menuju kantin tiba-tiba aku di jegat sama lima kakak kelas perempuan.
"Heh anak baru sini lo. Gue denger-denger lo adeknya si Al ya." Ujar perempuan berpenampilan rambut blonde dan lipstik ungu
Aku pun hanya diam saja karena aku tidak mau mencari masalah.
"Heh kalo ditanya tuh jawab. Songong amat lu kagak jawab." ujar teman nya
"Waah belagu lu ya jadi adek kelas." Ujar kakak kelas yang pertama negur aku sambil mendorong bahu aku.
"Girls pegangin butuh dikasih pelajaran kyknya." Ujar kakak kelas yang kedua.
Kemudian tiga kakak kelas tersebut megangin badan aku lalu kakak kelas pertama tadi megang kedua pipi ku keras banget.
"Heh lu pada kalo berani sama abang nya jangan sama adeknya. Ngapa lu pada ngerasa kalah cantik? Makanya jangan kayak tante-tante." Ujar Owen tiba-tiba menghampiri ku.
Kulihat Owen jalan sendirian menuju kantin langsung menghampiri aku ketika liat aku di jegat kakak kelas.
"Yeu bukan nya dilepasin, buruan lepasin atau gue panggil abang nya ya. Buruan satu.. Dua.." ujar Owen lagi
"Iya iya iya ish. Ngeselin banget sih. Awas aja lo ya." ujar kakak kelas pertama sambil nunjuk muka ku.
Lalu langsung saja mereka semua melepaskan badanku kasar yang otomatis bikin aku jatuh. Owen pun langsung refleks menangkap badanku.
"Lu gapapa?" tanya Owen.
"Gapapa kok, makasih banyak ya." Ujarku.
"Iya yuk ke kantin bareng gue, temen-temen lu pasti udah pada nungguin." Ujar Owen.
Kemudian aku hanya mengangguk saja sambil kita berdua jalan menuju kantin. Sesampainya di kantin aku langsung ke meja teman-teman ku dianterin Owen.
"Iih cong kemana aja sih lu lama banget, gua gak tau lu mau makan apa gua pesenin nya somay batagor seperti biasa aja." Ujar Kirana.
"Temen lu pada abis di gencet sama kakak kelas." Ujar Owen.
"Sst dah ah.. Makasih ya Owen.." Ujarku.
"Iyaak dah ya gue mau ke temen-temen gue. Tiati lu.." Ujar Owen.
Kemudian aku hanya tersenyum aja.
"Seriously? Lu di gencet kakak kelas cong?" Tanya Kirana kaget.
"Kurang kerjaan banget sih tuh kakak kelas." Ujar Sinta kesal.
"Paling itu kakak kelas iri ngerasa kalah cantik sama our queen Aqila." Ujar Karissa.
"Lu hati-hati ya cong.. Soalnya dari kita berempat lu doang yang lemah lembut gak mau ngelawan." Ujar Kirana.
"Maksud anda apeni.. Iya Kirana sayang.." Ujarku.
Lalu kami semua pun mulai makan sambil berbincang. Selesai makan kami pun balik ke kelas kami masing-masing lima menit sebelum bel berbunyi.
Sesampainya di kelas kulihat Jasmin sedang makan bekal nya berdua sama Rosa teman sekelas kita yang bangku nya ditengah.
"Eeh pinjem bentar ya bangku nya Qil." ujar Rosa.
"Iya gak apa santai aja kali Ros."ujarku sambil tersenyum.
Kemudian aku duduk dibangku nya Akhtar dulu sambil menunggu mereka.
"Qil lu udah makan?" Tanya Jasmin.
"Udah Min tadi makan batagor." Ujarku.
"Aqila itu pipi lu kenapa? Merah banget. Tadi gua denger-denger dari anak-anak kelas kita lu di gencet kakak kelas ya?" ujar Rosa.
"Iya tadi di gencet sama kakak kelas gua ini pipi kena korbannya. Untung gak lama Owen datang nolongin." Ujarku.
"Sakit banget itu pasti pipi, merah banget yaampun masih ada aja ya budaya gencet kayak gitu." Ujar Jasmin.
"Mereka pasti iri sama Aqila.. Udah cantik, adek nya most wanted sekolahan, tajir, humble, pinter lagi." Ujar Rosa.
"Iya ya pasti mereka iri sama lu Qil. Lu yang sabar ya. Klo butuh bantuan gua bilang aja ntar gua dateng tibanin mereka." Ujar Jasmin.
Lalu kami tertawa bersama. Kemudian tak lama Akhtar dan Owen masuk dan langsung menuju ke bangkunya ini.
"Numpang bentar ya. Rosa nanggung masih makan." Ujarku sambil menatap Akhtar.
"Iya santai aja." Ujar Akhtar datar.
Aku yang bingung tiba-tiba dia seperti itu langsung bodo amat saja. Kemudian tak lama Rosa selesai makan dan pindah ke bangku nya sendiri.
Langsung saja aku pindah ke bangku ku sambil mengucapkan makasih ke Akhtar karena udah ijinin aku numpang.
Bel masuk pun berbunyi dan guru pun mulai masuk dan memberikan arahan peraturan dikelas nya bagaimana.
Lalu beliau pun keluar setelah selesai memberikan peraturan kelas nya saat mengajar. Lalu masuk guru wali kelas kami, beliau membahas untuk pentas seni di acara penutupan nanti.
Kemudian aku pun ditunjuk sama guru bersama Akhtar untuk bernyanyi. Setelah walikelas mengurus buat pentas seni kelas kita lusa nanti beliau pun keluar dari kelas kami.
Dan kami pun akhirnya jam kosong. Langsung saja aku menghadap belakang untuk menanyakan lagu apa yang akan dibawakan nanti.
"Akhtar ada ide gak kita bawain lagu apa? " Tanyaku.
"Lagu apa ya.. Lu ada ide tema lagunya gak?" Ujar Akhtar.
"Lagu romantis aja.." Ujar Jasmin dan di oke in sama anak-anak di kelas.
"Lagunya Ariana Grande sama Justin Bieber aja gimana? Yang Stuck with you.." Ujarku.
"Boleh tuh, yaudah ntar pulang sekolah mau latihan dimana?" Ujar Akhtar.
"Nanti pas pulang tanya abang Al dulu aja ya. Sekarang kita dengerin lagunya dulu
"Ok siap tuan Putri." Ujar Akhtar sambil tersenyum jahil.
Aku pun cuman mendengus saja sambil memasang connector ke handphone ku agar bisa dua headset, lalu aku pasang headset ku, dan aku menyuruh Akhtar memasang headset nya di slot yang kosong.
Lalu kami berdua mengulangi terus lagu tersebut di telinga kami. Tanpa kita sadari bel pulang sekolah pun berbunyi.
Kami berdua pun langsung membereskan headset dan tas kami kemudian kami berempat langsung keluar kelas barengan. Didepan kelas Jasmin langsung pamitan sama kami.
Kulihat bang Al dan sahabat nya baru sampai di depan kelas aku langsung saja ku rangkul tangan bang Al.
"Abang.. Aku ditugasin nyanyi buat pentas seni di penutupan acara ospek sekaligus penyambutan siswa jumat besok sama Akhtar. Enaknya latihan dimana ya?" Ujarku panjang lebar.
Kemudian bang Al ngeliatin Akhtar lalu abis itu tersenyum.
"Di markas aja tapi jangan markas utama, keramaian nanti kalian gak fokus. Di markas favorite nya abang sama pentolan aja yang di Senopati." Ujar bang Al.
"Yaudah mana aja terserah deh bang yang penting bang Al harus beliin aku makan." ujarku.
"Iya iya nanti abang beliin dimsum kesukaan kamu yang deket markas. Akhtar gue share loc ya lokasinya, ntar lu ikutin location dari gue aja atau kalau mau konvoi juga gak apa. Owen lu ikut juga kan? Ada yang mau gue bahas." Ujar bang Al.
"Ok bang siap." ujar Akhtar.
"Iya bang ikut kok sama anak-anak lainnya temen kita bang." ujar Owen.
"Ok siap. Yuk langsung cabut ntar kesorean lagi." Ujar bang Al.
Lalu kami semua pun jalan ke parkiran motor. Di perjalanan ke parkiran aku menelepon mama untuk memberitahu bahwa aku dan bang Al tidak langsung pulang karena aku harus latihan dulu.
Lalu mama pun menyetujui nya dan mengingatkan kami untuk tidak lupa sholat dan makan. Setelah itu ku tutup telfon dari mama dan mulai naik ke motor.
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
To be continued..