Part 3

1230 Words
"Princess sayang bangun yuk, udah mau adzan maghrib, kita sholat berjamaah dan doing something lainnya yuk." Ujar mamaku ngebangunin aku. Aku yang mendengar suara mama ngebangunin aku langsung saja bangun dan duduk. "Yuk bangun cuci muka dulu sana biar ngumpul nyawanya. Abis itu kebawah ya mama tunggu dibawah,mama keluar dulu ya mau cek kamar abang kamu." Ujar mamaku "Ok mama sayang." Ujarku masih linglung. Kulihat mama keluar dari kamar ku aku pun langsung turun dari kasur dan menuju kamar mandi untuk cuci muka. Setelah cuci muka langsung ku lap pakai handuk kecil. Setelah itu langsung saja aku keluar dari kamar ku, saat aku keluar kamar kulihat abang Al baru keluar dari kamar juga dengan penampilan rambut acak-acakan. Langsung saja aku menghampiri abangku. "Iish ini rambut bukan di sisir dulu tadi." ujarku sambil jinjit berusaha rapihin rambut abang. Ya bang Al itu tinggi banget guys nurun dari papa dan mama yang tinggi, tapi bang Al tinggi nya gak wajar, mama aja sampe kalah tinggi sama bang Al. "Biarin aja sih dek kan tetep ganteng ini abang." ujar bang Al kepedean. "Astaghfirullah pede tingkat dewa sekali kau bang." Ujarku masih sambil berusaha rapihin rambut bang Al. "Biarin aja wlee emang abang ganteng nurun dari papa kok. Udah sih dek jatoh ae ntar kamu jinjit gini." Ujar bang Al sambil megangin tanganku Kemudian kami pun langsung turun ke bawah dan menuju musholla yang ada di rumah kami. Ya papa pas ngebangun rumah ini memang sengaja bikin bangunan khusus musholla tapi bangunan terpisah dan disambung ke rumah. Ah gimana ya jelasinnya pokoknya gitu lah guys. Sampai musholla kami berdua langsung wudhu, dan para asisten kami pun mulai berdatangan. Jadi kami memang membiasakan setiap adzan sudah di Musholla dan para asisten wajib ikut sholat jama'ah dengan kami dan Imam nya adalah papa. Adzan Maghrib pun berkumandang dan kami pun mulai persiapan sholat. Selesai sholat para asisten rumah kami langsung menyiapkan cemilan untuk kami sambil menunggu waktu Isya. Karena dari Maghrib ke Isya waktunya sebentar alhasil kami sepakat makan malam setelah Sholat Isya, dan disela sambil menunggu Isya kami memakan cemilan terlebih dahulu sambil family time di ruang keluarga, kadang nonton bareng kadang kami satu sama lain saling bercerita. Selesai merapihkan musholla kami langsung ke ruang keluarga, dan kami memilih menonton drama kedokteran amerika saja yaitu Grey's Anatomy. "Gimana hari pertama di sekolah umum sayang?" tanya papaku "Enak pah.. Seru asik-asik temennya." Ujarku "Bang Al pokoknya kamu jagain adek kamu ya selama kamu belum lulus." ujar mamaku "Iya mah pasti, aku juga instruksiin ke para junior yang ada di geng motor ku buat jagain adek juga kok." Ujar bang Al. "Kamu udah kelas dua belas bang, mulai fokus belajar buat ujian kelulusan ya." Ujar papa. "Iya pah siaap tenang ajaa." Ujar bang Al. Lalu kami pun menikmati pisang goreng dan tempe goreng buatan bi ijah sambil menonton TV. Tak lama adzan pun berkumandang dan kami semua langsung ke musholla. Selesai sholat berjamaah kami kembali ke ruang keluarga melanjutkan nonton kami sambil menunggu makan malam siap, kecuali mama yang tidak ikutan menonton karena menyiapkan makan malam bersama asisten. Tak lama makanan pun siap dihidangkan di meja makan dan kami semua dipanggil mama untuk ke meja makan. Dan mulailah kami makan dengan nikmat, dan para asisten kami juga makan tetapi di meja makan khusus mereka, karena sesuai permintaan mereka agar nyaman tidak gabung dengan kami. Selesai makan aku langsung membantu mama membereskan meja makan bekas kami makan. Kubawa piring bekas ke tempat cucian piring, dan aku mulai mencuci piring-piring kotor nya. Setelah mencuci piring aku ke ruang keluarga menyusul mama papa dan bang Al yang sudah duluan ke ruang keluarga. Sampai ruang keluarga aku langsung duduk samping mama dan bang Al disamping papa posisi nya. Langsung saja aku menyender manja di rangkulan mama sambil menonton TV. Karena dirasa sudah malam, jam di dinding menunjukkan jam 10.30 malam akhirnya aku dan bang Al disuruh tidur. Aku dan bang Al pun langsung berpamitan sambil mengucapkan selamat tidur ke kedua orang tua kami. Lalu kami berdua naik ke lantai dua. Sesampainya dilantai dua aku langsung berpamitan dengan abang dan bang Al langsung mengecup kepala ku sambil mengucapkan selamat tidur. Setelah itu kami langsung masuk ke kamar masing-masing, aku langsung charge handphone ku tanpa kulihat lagi handphone ku. Dan aku menyalakan speaker ku dan ku play lagunya untuk menjadi penghantar tidurku. ~~~ skip paginya sampai sekolah ~~~ Sesampainya di sekolahan bang Al langsung memarkirkan motornya setelah beres parkir aku langsung turun dari motornya dan bang Al pun juga, abis itu bang Al membukakan helm yang aku pake. "So sweet banget siapa nya Al itu?" ujar seorang murid sinis "Gak tau siapa nya Al, tapi yang jelas itu anak baru kelas 10 dah." Ujar temennya. "Dih apa banget sih sok manja sama Al." Ujar yang lainnya. Kemudian aku dan bang Al pun mulai jalan menyusuri koridor dan bang Al sambil merangkul bahuku. "Idih baru juga masuk kelas 10 udah sok iya aja sama Al." ujar yang lain. "Itu adeknya Al dah kalo gak salah, kemarin pada ngomongin kalo adeknya Al masuk sini." ujar temennya. "Yakin lo? Yakali adeknya jelek kayak gitu, masih cantikan juga gua." ujar yang lain. "Iya itu adeknya njir liat dong mirip gitu cantik banget lagi." Ujar temennya. Aku yang mendengar suara-suara itu cuman bisa nunduk. Bang Al yang peka langsung bisikin ke aku. "Jangan nunduk, angkat kepala kamu, abaikan aja apa kata mereka. Kalau mereka udah keterlaluan bilang abang ya." ujar bang Al. Dan aku pun hanya tersenyum saja sambil merangkul tangan abangku erat. Kemudian sampai lah kami di depan kelas ku, dan aku langsung berpamitan sama abang lalu masuk ke dalam kelas. "Owen!" sapa abangku ke owen "Yo bang!" ujar Owen. Aku pun langsung duduk di bangku ku. "Hai semuanya.." Ujarku ke Jasmin,Owen dan Akhtar. "Hai cantik.. Wiih udah siap banget nih perlengkapan ospek nya." Ujar Akhtar ngeledekin. "Hai Aqila.." ujar Jasmin dan Owen "Iyalah emang nya lo." Ujarku ledekin Akhtar balik. "Aqila lu bawa yang ciki mall gak? Ciki mall apaan sih?" Tanya Jasmin. "Bawa.. Ih lu masa ciki mall kagak tau, itu loh citos mall yang di cilandak Jakarta Selatan." Ujarku "Yaah mana gua tau An.. Gua jarang banget ke mall sekalinya ke mall di blok m doang." Ujar Jasmin "Ngapa lu kagak chat gua nanya kemarin dih. Trus lu gak bawa dong?" Ujarku "Hehehe malu gua An.. Hehehe iya gak bawa An.." Ujar Jasmin "Malu bertanya sesat dijalan Jasmin.. Untung gua bawa tiga nih buat lu satu." Ujarku sambil ngambilin ciki nya dan kasih ke Jasmin. "Thank you Aqila bidadariku.." Ujar Jasmin "Iya sama-sama Min.. Lain kali jangan sungkan buat bertanya." ujarku.. Kemudian tak lama masuk lah para anggota osis yang mengurus kami. Ketua penanggung jawab langsung menyuruh kita menaruh tas diatas meja dan para anggotanya meriksa tas kami. Apakah bawaan yang disuruh lengkap kami bawa atau tidak. Yang tidak lengkap bawaannya akan di hukum untuk menyanyi Indonesia Raya di lapangan sambil hormat ke bendera. Akhirnya jatah giliran tas ku, Jasmin, Owen dan Akhtar yang diperiksa dan kami berempat pun lolos, ada tiga teman kelas kami yang harus menjalani hukuman karena bawaannya tidak lengkap. Seteleh mereka bertiga menjalani hukumannya, mereka masuk kedalam kelas lagi, dan ketua penanggung jawab mulai menjelaskan sejarah dan lain-lain nya tentang sekolah ini. * * * * * * * * * * * ** * * * * * * * * * * * * * To be continued...
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD