34

828 Words

KAMAR       Rania bergegas mengambil handuk Dan perlengkapan mandi beserta pakaiannya.  Rania mengacak-acak tempat peralatan pribadinya. "Loh? Ya anjing, lupa gue! Huh!" makinya sembari menghembuskan nafas kasar Rania mengacak rambutnya kasar, "ish, gimana dong!" ucapnya kesal  Rania mengintip keluar kamar, "si banci mau beliin gak, ya" gumamnya menerka-nerka  Rania berjalan menuju pintu kamarnya, ia menghentikan langkahnya. "ya kali dia mau, ditolak mentah-mentah nih pasti" gumamnya Rania berpikir sejenak, ia menggelengkan kepalanya. "Ah peduli banget gue. Mau gak mau, ya harus mau dia!" gumamnya mantap  Rania melanjutkan langkahnya menuju lantai dasar, menemui Aldo.  Disana, terlihat Aldo berbaring sembari menelefon seseorang. "Rania ga kenapa-napa, bun. Dia cuma tidur tadi" uca

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD