33

1388 Words

MOBIL Rania berkaca dilayar handphonenya sembari meraba luka dan memar diwajahnya. Aldo melirik sekilas ke arah Rania. "Gak usah di ganggu lukanya. Ntar langsung diobatin aja." Rania melirik ke arah Aldo dengan sinis, "eh ini yang bikin temen b*****t lo itu, tau gak!" ucapnya tidak santai Aldo menghela nafasnya, "lo juga mukul dia, kan. Impas dong" Rania mengerutkan dahinya, "apa lo bilang? Impas? Dih! Enggak sama sekali! Dia cowok, tenaganya lebih gede dong!" "Lo bukannya cowok, ya?" ucap Aldo Rania membelalakkan matanya, "bentar.. gue gak salah denger, kan? Gue cowok? Trus? Lo apa? Banci? Najis. Jadi ceritanya banci nikah sama cowok, gitu?" Ckiiit.. Aldo meng-rem mendadak mobilnya, membuat Rania membelalakkan kedua bola matanya. Jidat Rania hampir saja menghantam bagi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD