Dedaunan yang mengering dari pohon oak berjatuhan indah di Taman Sami Abdul Rahman siang ini. Angin berembus pelan menerbangkan daun yang menyentuh bumi. Riak air terjun di tengah taman yang besar itu setia menarikan juntaian irama indah. Sesekali angin mengempaskan butiran halus, hingga memercikan serpihan ke tepian kolam. Awan tergambar jelas warna aslinya tanpa ditingkahi selimut kabut. Berbaur dengan campuran sinar mentari yang menyeringai gagah. Senyum keceriaan dari wajah-wajah tanpa dosa, tergambar dari cara mereka tertawa dan berlari berkejar-kejaran. Musim gugur telah tiba pada masanya. Bergandengan tangan Thalia dan Jurgen berjalan di tengah taman yang besar itu, kemudian duduk di salah satu pojok kafe. Langsung menunjuk makanan favorit berdua yang sering mereka pesan di Erbil,

