Ponsel Thalia bergetar, notifikasi pesan masuk dari Sarah. [Hari ini jam lima sore, Clinica Internista David Martuciello, Emerald green Cluster kav. 55. Aku sudah info Sonny untuk mengantarmu ke sana.] Setelah berbicara pada Sarah lewat telepon, Thalia akhirnya setuju untuk mengikuti saran Sarah. Saat itu Sarah tidak bisa menerima ajakan Thalia untuk berbicara, karena ia berada di pusat kota bersama sonny. Tentu saja ia tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang langka itu. Gadis itu membaca pesan Sarah dengan sorot lemah. Maniknya hampir dilapisi kaca-kaca, seiring degupan jantung dengan irama menyesakkan. Oksigen di sekitar terasa dipenuhi tumpukan salju yang beku, sehingga hirupannya membuat sangat sakit. Aliran darah ikut membeku, otaknya tak mampu lagi berpikir. ‘Kejutan apa yang

