Zera menyambut dengan senyum hangat saat Thiera dan para karyawan lain berhamburan dari bus yang baru saja tiba di vila Elegant Hill malam ini. Kemudian langsung menggamit tangan gadis itu menuju Vilanya tanpa meminta persetujuan. "Aw, sakit, Zera!" Thiera mengerang seraya berusaha keras melepas jegalan tangan besar Zera. Laki-laki itu membekam amarah dalam sekam. Menatap tajam kepada gadis di depannya. "Kenapa lagi ini? Kamu masih belum berubah, Zera!" Thiera terus meronta. Sementara lelaki bermata abu itu terus melangkah seraya mencengkeram tangan Thiera. "Kamu sudah bener-bener gila, Zera!" Seru Thiera. "Ya, aku memang sudah gila! Gila! Kamu yang membuat aku gila!" pekik Zera. Matanya membulat sempurna, pupil abu-abu terang itu menyala. Hampir meloncatkan bulatannya. Menatap lebih

