“Kok, udah pulang? Cepat banget. Kenapa, apa ada masalah di lokasi?” Arman cukup heran melihat calon istrinya telah kembali ke kantor. Ia tak menduga Zaya bisa kembali dalam waktu sesingkat itu, padahal itu adalah peninjauan proyek pertama yang harus dilakukan kedua belah pihak perusahaan. Arman jadi menduga-duga, apa CEO Ryan tersinggung karena ketidakhadirannya. Zaya mengulas senyuman indah di depan Arman. Sekuat tenaga ia berpura-pura terlihat ceria, berusaha menyembunyikan keresahannya dari sang kekasih yang saat ini mulai memegangi kedua tangannya ketika ia memasuki lobi perusahaan. Wanita berambut panjang itu akan menutupi semua permasalahan yang terjadi dan ia akan berkilah membuat alasan agar calon suaminya tersebut tidak curiga padanya. “Bagaimana nggak pulang cepat, orang piha

