Selamanya Tak Bisa Memaafkanmu

1064 Words

“Zaya ... a-aku—” Ryan kehabisan kata-kata. Ia tak menduga mantan istrinya akan sangat emosi mendengar perkataannya. “Diam!? Biarkan aku bicara. Aku juga punya hal yang harus aku ucapkan. Bahkan setelah perceraian kita terjadi, kamu masih menganggapku sebuah alat untuk melipur lara karena kamu patah hati luar biasa pada cinta pertamamu,” cetus Zaya berapi-api. Ryan hanya bisa menggeleng pelan, tak mampu membela diri lagi. Ia bahkan tak bisa menjelaskan bahwa semua dugaan Zaya terhadapnya itu salah. “Itu tidak benar, Za. Itu—” “Itu intinya. Semuanya hanya karena cinta pertama kamu itu. Hanya karena dia kamu memperlakukanku bak sebuah alat penghibur,” pekik Zaya emosi “Itu tidak benar. Aku sama sekali tidak memikirkannya selama dua tahun ini karena—” “Karena kamu mencari alat pelipur

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD