Pertemuan Tak Terduga

1455 Words

Ryan menghela napasnya, berusaha bersabar menghadapi sikap kasar kakak perempuan dari wanita yang ia cintai. “Aku hanya ingin bertamu, Kak. Sudah dua tahun aku tidak ke sini.” Ryan berusaha tetap bersikap sopan. “Aku malah berharap kamu tidak datang lagi. Aku sudah bilang aku tidak mau menerima kedatanganmu lagi,” desis Nila tak memedulikan adap kesopanan lagi. Ia muak melihat laki-laki sialan itu. “Kak, aku hanya ingin berbincang-bincang. Boleh ‘kan, Kak?” bujuk pria tampan itu lembut. Ryan sungguh ingin mengetahui kabar soal Zaya sedetail mungkin. “Kamu mau ngomong apa lagi, sih? Aku tidak mau meladeni kamu. Melihat wajahmu saja aku muak.” Nila menolak mati-matian kehadiran pria yang telah menyakiti hati adiknya sambil memegangi daun pintu rumahnya. “Kakak pasti sudah tahu ‘kan soal

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD