Wanita berparas cantik itu spontan menoleh dan mendapati Ryan tengah menatapnya dengan sorot tak percaya. Sungguh, Zaya merasa sedikit kesal harus bertemu dengan mantan suaminya lagi. Namun mau bagaimana lagi, Arman memintanya untuk mewakilinya meninjau lokasi proyek. Zaya juga tidak menyangka kalau calon suaminya terlibat kerja sama dengan proyek fantastis bersama mantan suaminya sendiri. Namun, Zaya harus bekerja secara profesional karena pekerjaan tetaplah pekerjaan, tidak ada hubungannya dengan urusan pribadi. “Kenapa bertanya begitu? Apa matamu sudah rabun?” sahut Zaya dingin. Ryan tersentak. Ia tidak percaya kalau sang mantan istri bisa berkata demikian. Setahunya, Zaya adalah seorang wanita lemah lembut, tidak pernah menyindir ataupun kasar pada siapa pun. Perubahan yang ia lih

