Bukan malam Pertama

1057 Words

"Kamu mau ngapain?" Deva bertanya dengan gugup. Nurlaila bisa merasakan kegugupan itu. Ah … dia sama sekali tidak menyangka bahwa laki-laki yang sangat ketus yang selalu memandang dia sebelah mata itu bisa gugup juga. Memang benar ya ternyata, apapun jika dibiayain pasti hasilnya akan berbeda. Di sini uang berbicara. Ketika Nurlaila lebih sedap dipandang mata seperti ini, Deva mau meliriknya. Bukan hanya meliriknya, tetapi sorot matanya mengatakan bahwa laki-laki itu menginginkannya malam itu. "Menurut kamu, Aku mau ngapain?" Perempuan itu sok-sokan cuek. Padahal sebenarnya jantungnya juga berdegup dengan begitu kencang. Tapi tak apa. Dia harus menyelesaikan misi yang telah disusun bersama dengan Ayu. "Mana aku tahu," jawabnya singkat. Sekarang, mereka benar-benar sangat dekat.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD