Nurlaila tertawa dalam hati. Hatinya tertawa tapi air mata keluar dan menetes ke pipinya. Entahlah. Dia benar-benar terharu dengan keadaan sekarang. Dia sama sekali tidak menyangka kalau akhirnya sang suami mau menganggapnya ada dan mau menyentuhnya. Apakah kau tahu bagaimana rasanya tidak disentuh suami malam pertama sampai beberapa hari pernikahan? Rasanya benar-benar insecure, sakit, merasa rendah dan sederet rasa rasa yang menyakitkan lainnya. Kini, dia bersyukur suaminya bisa bersikap seperti ini. Apalagi dia sampai bisa meminta kekasihnya pergi lebih dulu demi untuk bersama Nurlaila lebih lama. 'Terimakasih, Allah. Terima kasih untuk semuanya. Meskipun ini bukan berarti perjuanganku harus berakhir. Perjuangan ku masih panjang, tetapi aku bahagia bisa sampai titik ini. Sementa

