Bab 26: Pendakian Arjuno (3)

1627 Words

Sinar terang menyambut terbukanya kedua mata Dimas. Pandangannya masih terlihat buram untuk sesaat. Roberts tengah berdiri di samping Dimas. Memandang anaknya dengan raut khawatir. “Waar ben Ik?” tanya Dimas menyentuh keningnya yang nyut-nyutan. (Di mana aku) “In zikenhuis,” jawab Roberts berusaha tersenyum. (Di rumah sakit) Kening Dimas berkerut. “Waarom ben Ik hier?” tanya Dimas menatap Roberts lama. (Kenapa aku di sini) Roberts terdiam. Jauh di dalam lubuk hatinya, Roberts menangis. Anak jagoannya tergeletak lemah di atas ranjang rumah sakit. Emma terus-terusan menangis ketika dokter telah memvonis penyakit Dimas. Wanita itu tidak percaya jika Dimas akan melalui masa-masa berat seperti ini. Andai Emma dapat memindahkan semua rasa sakit Dimas ke dalam tubuhnya. Wanita itu rela mela

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD