ARITA

1682 Words
Leon dan Darren sampai di tempat pemukiman kawanan mereka , Leon dan Darren melihat seluruh kawanannya sedang berlatih dan terlihat sangat hebat dari yang terakhir Leon lihat “Hei!! Leon! Darren!” Teriak Ken yang langsung mendatangi Leon dan Darren yang baru saja sampai “Oh hei Ken” jawab Leon dan Darren hanya memandang Ken dengan tatapan datar Darren merasakan sesuatu di diri Ken yang membuat Darren waspada terhadap Ken , Darren harus menyelidiki sendiri apa yang Ken lakukan saat sendiri “Kalian datang di waktu yang tepat sekali , mereka sudah membuatkan makan siang” ujar Ken “Kalian duluan saja aku dan Leon masih ada urusan” ujar Darren yang menjawab perkataan Ken “Ya Ken Darren benar , malam nanti kami akan gabung bersama kalian” ujar Leon “Ayo Leon , kita tidak punya banyak waktu tersisa” ujar Darren langsung meninggalkan Ken , Ken yang melihat perubahan Leon dan Darren pun hanya bisa terdiam dan menanyakan dalam hatinya kenapa Leon dan Darren bersikap begitu dingin kepadanya Leon dan Darren hanya sepintas lalu melewati pemukimannya , Leon dan Darren bertujuan ingin menyamar dan pergi ke kerajaan Serpent Mereka ingin melihat perubahan di pusat kota kerajaan Serpent , mereka merencanakan sesuatu saat di kota Serpent nanti Mereka berharap ini bukan keputusan yang salah dan terburu-buru , Darren juga harus mencari tahu tentang Ken tanpa Leon tahu Darren merasakan ada sesuatu yang di sembunyikan oleh Ken dan ada gerakan yang mencurigai dari Ken , Darren menghela nafasnya sepertinya ini tugas pertamanya untuk memata-matai seseorang “Kau kenapa? Terlihat sangat banyak pikiran?” tanya Leon yang memerhatikan Leon “Tidak apa-apa , aku hanya memikirkan ayahku yang berada di sana” ujar Darren menjawab pertanyaan Leon walaupun sedikit berbohong “Oh begitu , aku hanya ingin tanya apakah kau melihat ada yang aneh dari Ken?” tanya Leon Darren sedikit terkejut karena Leon menyadarinya juga , sekarang Darren mengerti kenapa Leon menolak dengan nada datar saat Ken menawarkan makan siang “Tidak , kenapa?” tanya Darren yang sengaja berbohong agar bisa mendengar apa yang Leon pikirkan Selama ini Darren menutup pikirannya dari Leon karena dia tidak ingin membebani Leon dengan pikiran tidak bergunanya “Dia terlihat seperti menyembunyikan sesuatu auranya pun sudah berubah tidak seramah dulu” ujar Leon “Oh begitu kalau begitu akan aku bantu kau menyelidikinya” ujar Darren “Jika dia berkhianat ya sudah siksa saja dia lalu bunuh , seorang pengkhianat tidak cocok berada di kelompok kita” ujar Leon “Baiklah sesuai perintahmu” ujar Darren Saat dan Darren hampir sampai di perbatasan keluar dari hutan kematian mereka berhenti karena anak panah melesat menusuk tanah yang hampir mereka pijak Darren langsung memasang posisi siaga di depan Leon , Darren melihat ke arah sekelilingnya dengan teliti , Darren harus menemukan yang melesatkan anak panah yang hampir menusuk kakinya dan Leon “Jangan keluar kalau kalian tidak mau terbunuh” ujar seseorang dengan tudung putih “Wanita?” guman Leon dan Darren ketika mendengar hal itu “Siapa pun yang keluar dari hutan ini secara terang-terangan akan di bunuh oleh pasukan kerajaan Serpent , jika kalian mau mati silakan saja jalan terus” ujar orang itu lagi dari atas pohon cemara “Apa maksud anda?” tanya Leon “Kau tidak mengerti setelah aku menjelaskannya sepanjang itu? Kau pasti memiliki IQ yang rendah” ujar wanita itu yang membuat Leon kesal “Aku mengerti perkataanmu tapi aku tidak mengerti maksudmu memberi komentar seperti itu” ujar Leon “Oh tidak ada , aku hanya tidak ingin kau tertangkap seperti 7 orang dua hari lalu dan 3 tewas , r masih jadi tawanan” jawab wanita itu yang membuat Leon dan Darren merasa ada petir yang menyambar mereka siang bolong “Maksudmu 7 orang laki-laki?” tanya Leon “Ya! Apa kau mengenal mereka?” tanya wanita itu Darren dan Leon hanya terdiam , mereka tidak menyangka ada 3 teman mereka yang akan tewas secepat itu bahkan belum sempat mereka memberikan berita bahwa mereka akan membangun kerajaan Darren menyadari sesuatu yang membuat Darren melihat ke arah Leon dengan tatapan bertanya , wanita itu sangat heran kenapa Leon dan Darren sangat terkejut mendengar berita itu “Oi? Kenapa diam saja? Apa kalian bisu? Apa suara kalian sudah di ambil oleh dewi terkutuk itu?” tanya wanita itu yang membuat Leon sadar dan tidak mengerti “Kami belum tahu pasti siapa mereka namun kami berharap bukan kawanan kami” ujar Leon dan Darren mantap wanita itu dari atas ke bawah “Aku tahu , aku cantik tapi kau tidak seharusnya menatapku seperti itu” ujar wanita itu ke Darren dengan tampang percaya diri “Putri dari kerajaan Elf yang telah di usir” ujar Darren yang membuat wanita itu langsung menatap Darren sinis “Apa yang kau katakan Darren?” tanya Leon “Dia adalah anak ke dua dari bangsa Elf yang di usir dari kerajaan karena dia membunuh kakak pertamanya” ujar Darren “Tahu apa kau tentang diriku ha! Kau tidak tahu kejadian sebenarnya!” ujar wanita itu marah lalu menarik dua anak panah dengan wajah marah “Darren kau memancing emosinya” ujar Leon menatap Darren dengan nada tidak suka “Aku hanya bilang dari apa yang aku dengar di kerajaan darkness , kata mereka anak kedua dari kerajaan Elf sangat pembangkang dan haus akan Tahta” ujar Darren “Dan kau mempercayai mereka?” ujar wanita itu marah namun sorot matanya terlihat sedih “Kami bukan tipe orang yang langsung mempercayai perkataan orang tanpa tahu cerita jelasnya” jawab Leon dan di lanjuti anggukan oleh Darren “Aku mengenalmu karena kau masih memakai mahkota khas putri Elf” ujar Darren “Mahkota? Oh aku lupa melepasnya” ujar wanita itu langsung melepaskan mahkotanya lalu mematahkannya menjadi dua “Baguslah kalian tidak percaya , mereka akan berganti saat matahari akan terbenam dan kalian keluar dari hutan kematian ini hanya mempunyai waktu 10 menit” ujar wanita itu “Maukah kau bergabung dengan kami?” tanya Leon yang membuat Darren dan wanita itu terkejut “Kau mempunyai kemampuan memanah yang sangat akan kami butuh kan di kerajaan kami” ujar Leon yang membuat wanita itu terkejut “Kerajaan?” guman wanita itu “Ya! Kami dari kerajaan Rion” ujar Leon yang membuat wanita itu terdiam sesaat lalu ketawa meremehkan “Kerajaan Rion? Bukankah kerajaan Rion itu hanya legenda? Mungkin kalian sedang bermimpi” ujar wanita itu “Turunlah dari ke bawah! Jika kau bergabung kami akan membuktikan bahwa kami tidak bermimpi” ujar Leon” “Baiklah! Jika kalian bisa membuktikan bahwa kalian tidak bermimpi aku akan mengabdi kepada kerajaan Rion seumur hidupku” ujar wanita itu “Baiklah!” ujar Leon Wanita itu langsung melompat turun lalu mendarat di depan Leon dan Darren , wanita itu mengulurkan tangannya ke depan Leon “Perkenalkan namaku Arita , hanya Arita karena Elfion sudah bukan nama belakangku” ujar Arita tersenyum “Leon Damarion dan sahabatku Darren Miyazaki” ujar Leon menyambut tangan Arita “Oh Miyazaki? Keluarga Nephilim terhormat? Bagaimana bisa kau mengenal seorang Nephilim terhormat?” tanya Arita kagum “Tidak sengaja bertemu” jawab Darren singkat “Jadi kenapa kau bisa tahu ada pengawal kerajaan Serpent di luar?” tanya Darren penasaran “Saat itu aku ke kerajaan Serpent untuk membeli makanan lalu tidak sengaja mendengar percakapan seseorang yang bilang bahwa kerajaan Serpent mulai berjaga di depan gerbang hutan kematian” jawab Arita “Kau akan ikut kami ke sana kan?” tanya Leon dengan senyuman “Aku akan ikut sampai aku berjumpa dengan raja Rion dan membuat sumpah dengannya jika kalian tidak berbohong soal kerajaan legenda itu sih” ujar Arita “Kau cerewet sekali” guman Darren yang tidak suka mendengar suara Arita yang terlalu berisik “Kau sedang melihat rajanya , Damarion itu bukan marga dari kalangan biasa ingat?” tanya Darren dengan mata sinisnya “Oh begitu , jadi kau raja dari kerajaan Rion? Aku sarankan jangan terlalu bermimpi terlalu tinggi agar saat kau jatuh tidak akan terlalu menyakitkan” ujar Arita meremehkan Leon “Boleh aku bunuh?” tanya Darren yang sudah kesal dengan sikap Arita “Wow! Jangan begitu tuan Miyazaki! Aku hanya menasihati kalian” ujar Arita “Biarkan saja dia , saat dia tahu yang sebenarnya akan terdiam sendiri” ujar Leon “Aku akan ke utara sebentar” ujar Leon lagi lalu pergi meninggal Darren dan Arita “Leon aku izin pergi ke suatu tempat” ujar Darren “Wah kalian akan memencar?” tanya Arita “Hanya sebentar saja” ujar Leon dan Darren bersamaan Leon ingin mencari celah agar bisa keluar dari hutan kematian dan memastikan apakah temanya tewas tertangkap kerajaan Serpent Leon bersumpah jika kerajaan Serpent melakukan hal itu dia akan langsung menyerang dan memusnahkan kerajaan Serpent dan dia akan mencapai ambisinya secepat mungkin Darren merasa inilah waktu yang tepat untuk memata-matai Ken , Darren harus memastikan sendiri apa yang dilakukan oleh Ken saat Leon dan Darren tidak ada Darren merasa walaupun hanya sebentar tapi sangat berharga karena Darren akan tahu seperti apa Ken sebenarnya dan dengan cepat memusnahkannya jika Ken bermaksud berkhianat Arita melihat mereka begitu kompak dan saling mempercayai merasa iri dengan mereka , Arita yang semenjak di usir dari kerajaan dan menetap di hutan kematian Arita berusaha dengan sekuat tenaga untuk bertahan di hutan kematian sendirian tanpa teman , dia hanya pandai memanah seluruh perhiasannya sudah habis akibat di jual untuk membeli peralatan bertahan hidupnya Arita memohon kepada dewi Athena agar memberi tahunya bahwa mengikuti Leon bukanlah keputusan yang salah walaupun Arita masih ragu apa yang di katakan Leon dan Darren tentang kerajaan yang melegenda itu ada apalagi Leon yang berbadan kecil dan kurus itu adalah rajanya “Semoga saja mereka tidak berbohong” guman Arita Arita melanjutkan memata-matai pasukan kerajaan Serpent yang sangat mengganggu ia keluar dari hutan kematian Arita dulu sangat tidak percaya bahwa setiap orang yang masuk hutan kematian tidak akan kembali lagi , ketika Arita masuk ke hutan kematian barulah dia percaya karena Arita melihat sendiri di sini jika tidak ingin terbunuh maka harus membunuh
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD