Darren sudah sampai tidak jauh dari pemukiman , Darren menekan auranya agar tidak ketahuan keberadaannya di balik pohon
Darren mencari keberadaan Ken namun tidak menemui keberadaan Ken di mana pun , Darren mencari di luar pemukiman dan menemukan keberadaan Ken sendiri
“Sedang apa dia?” Guman Darren ketika melihat Ken yang sedang berdiri sendiri
Darren melihat Ken duduk lalu menangis , Darren ingin menanyakan kenapa Ken menangis dan kenapa dia terlihat sangat rapuh?
“Bagaimana cara aku memberi tahu Leon?” isak Ken yang membuat Darren terkejut
“Aku gagal melindungi mereka!” guman Ken lagi
“Mantra ini akan hilang ketika dia lewat dari hutan kematian!” ujar Ken lagi
“Mereka..” Darren tidak bisa mendengar ucapan Ken lagi karena Darren harus segera kembali ke gerbang karena Leon sudah pasti akan kembali
Darren memikirkan apa maksud dari kesedihan Ken dan tangisan Ken , Darren yakin jika dia menggunakan sihir ke Leon dan Arita untuk menutupi sesuatu
Darren kembali dan hanya melihat Arita yang duduk manis memakan apelnya , Arita melihat ke arah Darren ketika merasa ada yang datang
“Oh kau Darren , sebentar lagi mereka akan ganti pengawal aku rasa itulah kesempatan kita” ujar Arita
“Leon belum kembali?” tanya Darren
“Belum , mungkin belum selesai urusannya” jawab Arita
“Leon , cepatlah kembali” guman Darren
Leon kembali ke tempat Darren dan Arita , Leon menghela napas ketika melihat Darren dan Arita masih ada di gerbang
“Sepertinya yang di jaga hanya keliling perbatasan hutan kematian di wilayah kerajaan Serpent” ujar Leon
“Benarkah?” tanya Arita dan Darren bersamaan
“Ya! Aku sudah berkeliling untuk mencari celah untuk masuk ke kerajaan Serpent namun tidak dapat sedikit pun” jawab Leon
“Kau berkeliling hanya untuk itu? Kau tidak percaya kepadaku?” Tanya Arita
“Ya aku percaya! Hanya mencari celah agar cepat kita sampai ke kerajaan Serpent” jawab Leon
“Baiklah! Bersiaplah sebentar lagi akan ada pergantian pengawal dan itu adalah kesempatan kita” ujar Arita
“Baiklah!” jawab Leon dan Darren
Di lain tempat!
“Pheonix! Kita akan membuat barier di tempatmu agar kawananmu bisa terbang bebas dan mencari makan” ujar Charybdis
“Charybdis , aku tidak mau menyusahkan kalian! Lagi pula ini salahku tidak melindungi mereka dan memberi tahu mereka” ujar Pheonix
“semua ini bukan kesalahanmu tapi kerajaan Rion! Kau terlalu fokus ke anakku sehingga kawananmu dalam bahaya kau tidak tahu” ujar Violin yang membuat Pheonix menggelengkan kepalanya
“Kau salah Violin , seorang raja harus bisa melindungi warganya walaupun dia mempunyai tugas lain” ujar Pheonix
“HENTIKAN! Semua ini terjadi karena kerajaan Serpent! Artinya yang salah adalah kerajaan Serpent!” ujar naga Putih yang sudah malas mendengar ocehan saling menyalahkan
“Kita akan membuat barier 4 pilar agar bisa melindungi seluruh makhluk di hutan kematian” ujar naga Perak
“Itu artinya kita akan tidur selama 100 tahun lagi” ujar Pheonix
“Tidak masalah! Aku hanya ingin makhluk di hutan kematian hidup tanpa ancaman” ujar naga Putih yang di dukung dengan anggukan oleh naga Perak
“Aku akan mengikuti apa pun” ujar titanoboa
“Aku menyetujui kau naga Putih! Karena aku hanya ingin wargaku hidup dalam kedamaian” ujar Charybdis
“Aku hanya ingin yang terbaik buat kalian , aku akan menjadi saksi bahwa kalianlah yang membuat barier itu jika sewaktu-waktu ada yang mengaku” ujar Violin
“Baiklah! Aku setuju! Namun kita akan melakukannya jika ambisi Leon sudah tercapai” ujar Pheonix yakin
“Baiklah! Keputusan sudah di tentukan” ujar naga Emas yang sedari tadi diam
“Aku hanya bisa kasi saran , jika menunggu Leon mencapai ambisinya untuk membuat barier artinya kita tidak boleh lengah karena barier kita tidak terlalu kuat saat ini” ujar titanoboa
“Titanoboa benar! Aku permisi pulang dulu” ujar Pheonix lalu melompat ke udara dan berubah menjadi Pheonix
Pheonix langsung terbang menuju ke arah pulang , Charybdis juga berpamitan untuk pulang kemungkinan Charybdis akan kembali ke kerajaan Rion saat Leon sudah mengunjunginya
Leon ,Darren dan Arita bersiap untuk berlari masuk ketika melihat ada celah sedikit karena itu sangat menguntungkan bagi mereka jika berhasil melewati celah itu sedikit
Ketika sampai pada waktu pergantian penjaga , Leon , Darren , dan Arita langsung berlari masuk dengan cepat bahkan tidak ada yang sadar jika mereka ada
Semua ini berkat mantra dari Arita yang membuat mereka tidak kelihatan namun jika ada yang merasakan hawa keberadaan mereka , mereka akan terlihat
Leon berlari sekuat tenaga namun Arita hanya seorang wanita yang membuat larinya terbatas , Darren yang melihat Arita hampir kehabisan napas langsung menggendong belakang Arita
Leon dan Darren akhirnya berhasil masuk ke dalam kerajaan Serpent tanpa ketahuan , Leon dan Darren masuk ke dalam toko baju dan membeli baju sesuai kerajaan khas Serpent
“Kau terlihat seperti putri ke dua kerajaan Elf” ujar seorang wanita dengan elegannya ke arah Arita
“Benarkah? Sepertinya kau perlu kaca mata lagi yang lebih tebal” balas Arita dengan tatapan tidak senang
“Maafkan kelancangan saya “ ujar wanita itu lalu pergi dari hadapan Arita
“Ibu! Bagaimana nasib paman itu?” tanya seorang anak perempuan ke ibunya
“Paman siapa nak?” tanya ibu anak perempuan itu
“Yang kemarin kasi bunga ini” ujar anak perempuan itu menunjukkan cincin yang bermotif menarik
“Nak! Begitulah kerajaan ini! Mereka tidak tahu itu lawan atau tamu , mereka akan tetap menangkapnya lalu membuang mereka ke dalam lubang hiu” ujar ibu anak perempuan itu
“Begitu ya ibu” ujar anak kecil itu yang mengerti perkataan ibunya
“Bukankah malam ini hukuman mereka?” ujar seorang laki-laki ke bapak-bapak yang sedang duduk udi depannya
“Benarkah? Apakah mereka akan mempublikasikannya?” tanya bapak satu
“Sepertinya begitu , mereka ada 3 orang yang akan di eksekusi” ujar bapak yang lainnya
“Sudahlah pak mendingan lanjuti kerja kita , sudah malam” ujar laki-laki itu
“Kau yang memancing untuk kita menanyakan hal itu kenapa kau dulu yang mengakhiri?” tanya bapak itu
“Akan ada pengawal yang lewat kalau kita ketahuan mengomong hal yang tidak seharusnya pasti kita akan terkena hukuman” ujar laki-laki itu
“Andai saja kota ini netral seperti dulu pasti hidup kita sangat tenang” ujar bapak itu lalu membayar minuman mereka
“Maaf nyonya , saya mau bertanya sedikit sebenarnya yang di eksekusi 3 atau 4?” tanya Leon kepada pemilik toko baju
“Oh masih belum pasti nak , terkadang ada yang bilang 4 terkadang ada yang bilang 3 jika kalian mau tahu pasti datang saja ke depan gerbang kerajaan Serpent karena di situ eksekusi mereka” ujar pemilik baju
“Terima kasih” ujar Leon lalu pergi yang di ikuti Darren dan Arita
“Kita berpencar Darren , kita cari teman kita” ujar Leon ke Darren
“Baiklah” jawab Darren tenang
“Arita kau bersama aku” ujar Leon ke Arita
“Baiklah! Aku akan membantu sebisa kami” ujar Arita
“Bagus!” jawab Leon
Leon , Arita dan Darren berpisah di pusat kota , Leon berharap menjumpai satu saja teman mereka dan memberitahu Leon kalau mereka semua baik-baik saja
Leon sangat khawatir temannya tertangkap , mungkin saja kerajaan Serpent menjaga hutan kematian karena tidak ingin Leon bebas keluar masuk hutan kematian
Leon berpikir jika kerajaan Serpent terkejut melihat Darren dan Leon masih hidup yang seharusnya sudah mati di dalam hutan kematian
Leon menanyakan ke penjual satu ke lainnya untuk menanyakan 7 temannya namun belum mendapatkan jawaban sama sekali dari mereka
“Aku takut kalau mereka ke tangkap” ujar Arita
“Aku juga” ujar Leon
“Jika mereka ke tangkap , apa yang akan kau lakukan Leon?” tanya Arita yang membuat Leon menatap Arita dengan tajam
“Mereka tidak akan tertangkap!” ujar Leon datar
“Ma-maafkan aku” guman Arita ketakutan
“Aura yang mengerikan” ujar Arita dalam hatinya
Di sisi lain Darren mendapatkan sedikit petunjuk yang tidak pasti karena penjual jamu bilang kepadanya hanya melihat empat orang bukan tujuh seperti Darren katakan
Darren merasa ada sedikit harapan jika mereka lolos , Darren dan Leon khawatir karena yang menjaga di gerbang hutan kematian di wilayah Serpent adalah pengawal khusus yang kekuatannya sama dengan panglima Dion
Darren menghela nafasnya , Darren berbicara kepada Leon lewat pikiran agar menjumpainya di depan gerbang kerajaan Serpent karena akan ada eksekusi tahanan di sana sebentar lagi
Darren berjalan menuju ke sana dan terkejut melihat teman nephilimnya yang berada di sana , teman nephilimnya satu tingkat lebih tinggi dari keluarga Miyazaki yaitu keluarga Smith
“Hery Smith? Kenapa dia berada di sini?” guman Darren lalu mengikuti Hery temannya
Darren melihat Hery berjalan ke arah gerbang kerajaan Serpent , Darren membuang pikiran bahwa Hery adalah Nephilim yang di miliki oleh kerajaan Serpent
“Jika benar maka akulah lawannya!” guman Darren
Darren melihat Leon dan Arita , Darren menghampiri mereka berdua dan menanyakan apakah Leon dan Arita memiliki informasi tentang 7 temannya
“Maaf Darren mereka semua tidak tahu” ujar Leon
“Aku berharap mereka baik-baik saja” ujar Leon
“Semoga dewi selena akan mengabulkan harapan kita” ujar Darren
Leon , Darren dan Arita fokus ke depan ketika melihat 4 tawanan di tarik paksa keluar dari kerajaan Serpent , Leon dan Darren sangat terkejut melihat siapa yang menjadi tawanan kerajaan Serpent
“Leon! Mereka..” ujar Darren tidak sanggup melanjutkan perkataannya
“Semua ini salahku!” guman Leon
“Tidak mungkin!” guman Darren lagi
“Bagaimana cara kita menyelamatkan mereka?” pertanyaan di kepala Darren dan Leon mulai terpenuhi dengan rencana yang tidak pasti karena mereka hanya mempunyai waktu yang sedikit bila mau melakukan penyelamatan
“Jika tidak di rencanakan dengan matang besar kemungkinan akan gagal” ujar Arita
“Aku tahu itu! Pikirkan caranya Leon!” guman Leon panik
“Tenanglah!” ujar Arita yang berusaha agar Leon dan Darren tidak panik
“Walaupun mempunyai waktu sedikit tidak seharusnya kalian panik!” ujar Arita lagi
“Keluargaku di sana bagaimana aku tidak panik?” tanya Darren dengan wajah marahnya ke Arita yang membuat Arita terdiam