Hari ini adalah hari ulang tahun divandra Setelah semua persiapan yang dilakukan akhirnya sampailah di hari jadi Divandra yang ke 17, hari ini adalah hari yang sangat ditunggu-tunggu oleh divandra.
Aneira yang juga turut senang akan acara ini tak lupa ia memberikan kado yang telah lama diidam idamkan oleh Aneira, walaupun untuk mendapatkannya cukup sulit tapi demi Divandra akan ia lakukan.
Aneira sekarang sedang berada disebuah salon untuk menghias dirinya sebelumnya divandra sudah berpesan kepada aneira untuk tampil cantik karena Aneira adalah sahabat divandra jadi aneira tidak boleh tampil biasa saja.
Aneira terpaksa mengikuti pesan dari divandra karena ia tidak ingin nanti ia malah di protes karena tampilan dirinya yang biasa saja tapi tetap Aneira tidak ingin berhias terlalu berlebihan nanti takutnya divandra akan kalah cantik darinya.
Dresscode pesta ulang tahun Divandra bisa dikatakan semi formal, para pria menggunakan setelah bewarna hitam sedangkan para perempuan menggunakan dress bewarna soft pink.
setelah selesai dirias, Aneira mematut dirinya di cermin dress yang ia gunakan terlihat elegan tapi tidak terlalu berlebihan, pada awalnya ia menolak memilih dress ini tapi Divandra tetap memaksa untuk memilih dress ini untuk dipakai di hari ulang tahun dirinya. Dan ternyata dress ini benar benar sangat cocok dengan dirinya. Selera Divandra benar benar berkelas.
Aneira tak henti hentinya memandang takjub dirinya, riasan wajahnya terlihat natural tidak terkesan lebay, rambutnya yang ia biarkan terurai menambah kecantikan Aneira yang sebenarnya sudah sangat cantik, tapi Aneira tak menyadarinya.
"Wah, Mbaknya cantik sekali yang ulang tahun pasti kalah" puji salah satu pegawai disana
"Jangan dong mbak, nanti saya diusir lagi" canda Aneira membalas pujian tersebut.
Kemudian Aneira duduk sebentar untuk menunggu jemputannya, tentu saja ia tak akan bisa membawa mobil dalam keadaan seperti ini.
Beberapa saat kemudian datanglah seseorang yang menjemputnya, Aneira memandang orang itu yang tak lain adalah Fairel kakak kelasnya dengan tatapan takjub bagaimana bisa Fairel sangat tampan dalam balutan kemeja bewarna hitam dan celana yang bewarna senada, rambutnya yang disisir ke belakang dan sangat rapi menambah ketampanan seorang Fairel berkali kali lipat.
Tidak hanya dirinya yang hilang kesadaran saat melihat Fairel dengan penampilan seperti itu tapi para pegawai di salon ini juga.
Aneira bisa mendengar bahwa mereka sedang berbisik bisik heboh.
"Ganteng banget pacarnya"
"Dimana cari cowok kek gitu"
Fairel yang mendengar hal itu hanya bisa tersenyum lalu berdehem menghilangkan rasa gugupnya, sebenarnya Fairel juga sangat terkejut melihat penampilan Aneira yang sangat cantik dengan riasan dan dress yang sangat cocok ditubuhnya. Tapi Fairel dengan cepat mengendalikan pikirannya agar tetap terlihat tenang padahal hatinya terus memuji Aneira yang sedang berhadapannya yang masih setia menatapnya.
"Aneira" panggil Fairel
Aneira yang sadar bahwa Fairel sudah menunggunya, dengan cepat mengambil tas yang berada di tempat duduknya.
"Aneira, lo harus ngendaliin diri lo" batin Aneira sambil memegang erat tali tasnya untuk menghilangkan rasa gugupnya.
Sebelum pamit, Aneira tak lupa mengucapkan terimakasih kepada pegawai salon yang telah berusaha membuat dirinya tampil cantik sehingga tidak membuat Fairel malu ketika berjalan bersamanya.
Fairel dan Aneira sampai di mobil Fairel, Fairel dengan gerakan cepat membukakan pintu untuk Aneira mempersilahkan Aneira untuk masuk. Dan tepat saat Aneira melewati Fairel yang sedang berdiri di pintu Fairel membisikkan sebuah kalimat yang mampu membuat wajah Aneira bersemu merah "Lo cantik" dengan cepat Aneira masuk ke dalam mobil tanpa membalas perkataan dari Fairel, ia harus menyembunyikan wajahnya yang memerah.
Kendaliin diri lo Ne.
Fairel masuk ke dalam mobil, sebelum ia melajukan mobilnya Fairel menatap Aneira dalam "Ada apa lagi ini?" perasaan Aneira yang sejak tadi sudah ketar ketir oleh perlakuan Fairel kepada dirinya.
Aneira memberanikan diri bertanya kepada Fairel yang masih saja menatapnya "Ada apa kak?"
"Aneh aja, kok muka lo merah?" pertanyaan Fairel sukses membuat wajah Aneira bertambah merah segera ia mencari alasan yang tepat agar Fairel tak curiga "Mungkin kedinginan kak, gue emang suka gitu kalau kedinginan"
"Oh gitu, kirain lo sakit" Fairel lalu mengecilkan tingkat kedinginan Ac mobilnya "Udah gue kecilin"
"Iya" Jawab Aneira menyembunyikan ke gugupannya.
Akhirnya Fairel menjalankan mobilnya menuju tempat acara ulang tahun Divandra.
Sepanjang perjalanan Aneira hanya diam sambil melihat jalanan, sejak tadi kenapa suasananya menjadi canggung biasanya tak seperti ini. Apakah Fairel merasakannya juga atau hanya dirinya saja.
Fairel ternyata juga merasakan hal yang sama dengan Aneira, Fairel mengetuk ngetuk stir mobilnya untuk mencari bahan pembicaraan yang bisa mencairkan suasana
"Udah lama nunggu gue tadi?" pertanyaan Fairel terkesan random bagi Aneira
"Nggak baru beberapa menit kak"
"Kirain udah nunggu lama"
Aneira menggeleng "Maaf ya kak udah ngerepotin, Divandra emang suka seenaknya"
"Gue juga sekalian lewat"
Sebenarnya alasan mengapa Fairel yang menjemput Aneira adalah karena Divandra memaksa Fairel menjemputnya karena menurut Divandra tidak mungkin Aneira membawa mobil sendirian ketika sedang memakai dress, jadi mau tidak mau Fairel pun menuruti keinginan Divandra.
Flashback
"Nggak bisa Ne, lo nggak boleh bawa mobil sendirian sambil make dress" Protes Divandra saat mendengar Aneira akan pergi sendiri ke pestanya.
"Bisa Di, gue udah biasa"
"Nggak bisa, Kak Fairel sini deh" Divandra memanggil Fairel yang sedang bermain ps bersama Kein. Sekarang mereka sedang berada di rumah Divandra untuk membantunya menyiapkan undangan untuk teman temannya.
"Apaa?" Teriak Fairel dari jauh ia masih fokus dengan permainannya.
"Kak lo mau kan jemput Aneira di salon pas hari ulang tahun gue, kasihan nih bocah jomblo nggak ada yang mau jemput. Gila aja dia bawa mobil sambil pake dress, mau ya kak" Jelas Divandra kepada Fairel, Divandra memang suka melebih lebihkan sampai mengatakan kalau Aneira jomblo, walaupun memang benar.
Fairel yang sedang fokus bermain hanya menjawab asal "Iya iya besok gue yang jemput" walaupun saat itu jawaban Fairel asal tapi Fairel benar benar menepati janjinya dan Fairel sama sekali tak menyesal telah mengatakan hal itu.
***
Aneira dan Fairel sudah sampai di parkiran tempat dimana pesta ivandra diadakan.
"Kak lo ada minum?" tanya Divandra kepada Fairel sebelum mereka turun dari mobil.
"Sepertinya ada" Fairel mencari minum yang biasanya selalu ia bawa ke dalam mobil.
"Coba di dekat dashboard yang ada di bawah lo Nei" tunjuk Fairel kepada Aneira, karena suasana gelap Aneira tak bisa melihat dimana letak dashboard yang ditunjuk Fairel.
"Kanan Nei" Fairel mengarahkan Aneira.
"Mana kak?" Aneira benar benar tak bisa merasakan dimana Dashboard kemudian Aneira baru ingat di dalam mobil kan ada lampu yang bisa digunakan bagaimana ia bisa lupa.
Dengan cepat Aneira meraih lampu yang ada langit langit mobil dan tepat saat itu pula Fairel juga ingin menghidupkan lampunya otomatis tangan Aneira dan tangan Fairel bersentuhan.
Aneira yang reflek segera menarik tangannya menjauh "Maaf Nei" ucap Fairel lalu menghidupkan lampu itu.
Setelah lampu menyala Aneira bisa melihat Dashboard itu ternyata tepat berada di bawahnya, dan untunglah memang ada sebotol air mineral yang masih bersegel di dalamnya.
Aneira segera meneguk air mineral itu cepat dan hanya bersisa seperempat
"Kelihatannya lo beneran haus" Ujar Fairel kepada Aneira yang tak disangka akan sehaus itu
"Iya kak, dari tadi nggak minum" jawab Aneira jujur ditambah lagi kejadian barusan malah membuatnya semakin merasa bahwa tenggorokannya kering.
"Tunggu Nei" ujar Fairel saat Aneira ingin membuka pintu.
Aneira bisa melihat bahwa Fairel berjalan menuju pintunya berniat untuk membukakan pintu untuk Aneira.
Aneira benar benar tak menyangka Fairel akan melakukan hal seperti itu "Makasih kak, lo nggak seharusnya ngelakuin itu"
ujar Aneira saat ia sudah berdiri di hadapan Fairel.
Fairel lalu melingkarkan tangannya dengan maksud agar Aneira berpegangan dengannya.
Aneira yang merasa tak enak dengan cepat melakukan hal yang sama.
***
Aneira dan Fairel sudah sampai di tempat pengecekan kartu undangan, undangan Aneira dan Fairel juga ikut diperiksa dan disesuaikan dengan daftar tamu undangan.
"Terimakasih" ujar staf itu lalu mempersilahkan Aneira dan Fairel masuk.
***