Pesta ulang tahun Divandra sangatlah mewah, dengan dekorasi bertema pink dan ungu serta penyajian makanan langsung dari para chef. Tamu undangan yang datang dari berbagai kalangan kelas atas, hal ini bisa dilihat dari cara mereka berpakaian, aksesoris dari brand ternama. Benar benar bukan seperti pesta ulang tahun biasanya.
Suasana pesta yang ramai dan meriah membuat seorang Aneira yang tidak pernah datang ke pesta seperti ini menjadi sedikit gugup.
Aneira sempat terdiam karena begitu terkagum dengan apa yang sedang dilihatnya, tak pernah sebelumnya atau bahkan Aneira tak pernah membayangkan akan ada di pesta ulang tahun semewah dan semeriah ini. pesta ulang tahun yang Aneira tahu hanya sekedar acara tiup lilin dan pemotongan kue, yang sudah sangat lama tidak Aneira rasakan. Sejak kepergian papanya, saat itulah Aneira sangat membenci sesuatu mengenai ulang tahun apalagi ulang tahun dirinya.
Tapi demi Divandra, Aneira mengesampingkannya itu pun agar misinya dapat berjalan sukses, Aneira harus bisa menyembunyikan rasa yang ia rasakan demi sesuatu yang lebih besar. Dan setelah menyaksikan sendiri pesta ulang tahun Divandra, Aneira seperti merasa iri dengan Divandra, karena banyak kebahagiaan yang ia bagikan kepada orang orang melalui pesta ulang tahunnya.
"Aneira" panggil Fairel saat dirinya tak merasakan bahwa Aneira ada di sampingnya, Fairel melihat ke belakang dan benar Aneira masih disana sedang berdiri diam memandang penuh takjub.
Ekspresi wajah Aneira seketika membuat Fairel tersenyum, Fairel bisa merasakan bahwa Aneira sangat senang berada di pesta sahabatnya. Fairel yang tak sadar akan kehadiran Kein di dekatnya karena terlalu fokus melihat objek yang menarik perhatiannya yaitu Aneira.
"Siapa sih?" Tanya Kein sangat berada di samping Fairel, lalu Kein memperhatikan kemana arah pandang Fairel.
Kein tersenyum penuh arti, Kein sangat tahu bahwa sahabatnya itu adalah orang yang jarang bahkan tidak pernah melihat perempuan selama itu biasanya Fairel akan melihatnya sekilas dan segera mengalihkan pandangannya ke arah lain.
Tapi dengan Aneira lihatlah Fairel bisa menatap Aneira lekat tanpa menyadari kedatangan Kein.
Satu yang Kein yakini Fairel tertarik kepada Aneira, tinggal menunggu waktu saja sampai Fairel sadar akan hal itu.
Kein menepuk pundak Fairel, membuat Fairel segera mengalihkan pandangannya dari seorang Aneira.
"Whats up Bro" Fairel dan Kein bertos ala seorang pria.
"Gila lo cakep benar" Kein memuji penampilan Fairel yang sangat tampan hari ini, bahkan Kein yang seorang pria pun terkesima dengan penampilan Fairel.
"Sahabat kita ini jauh lebih cakep" Ucap Fairel sambil mengerlingkan matanya kepada Kein
"Nggak usah drama kek perempuan deh lo" Fairel hanya tertawa menanggapi ocehan temannya itu
"Jadi lo kesini sama siapa rel?" Fairel langsung mengarahkan pandangannya kepada Aneira yang berdiri di depan mereka yang sedang berbicara dengan salah satu tamu undangan.
"Oh calon pacar" Kein menggoda Fairel lalu dengan cepat Kein berjalan menghampiri Aneira meninggalkan Fairel yang terkejut mendengar ucapan Kein "Calon pacar apanya" batin Fairel lalu mengikuti langkah Kein dari belakang.
"Halo Aneira" Sapa Kein ramah kepada Aneira yang tersenyum gugup
"Halo kak"
"Gue sampe pangling, lo cantik banget malam ini" puji Kein lalu Kein mendengar bibirnya ke telinga Fairel dan membisikkan sesuatu "Bisa jadi balik dari pesta ini dia udah jadi gebetan orang" Fairel yang mengira bahwa Kein akan mengatakan hal yang penting ternyata hanya harapan sia sia, Kein malah mengatakan hal yang tidak tidak.
Fairel dengan cepat menyikut Kein agar mulutnya itu berhenti mengatakan omong kosong.
"Ya udah ayo masuk Nei, sini gue pegangin" Kein segera megulurkan tangannya kepada Aneira tapi dengan cepat Fairel malah menahan tangannya membuat Kein mengurungkan niatnya yang memang pada awalnya hanya bercanda Kein hanya ingin melihat reaksi dari seorang Fairel, dan ternyata reaksi Fairel benar benar seperti yang diharapkan.
"Maaf ya Nei, padahal gue mau banget tapi pasangan lo nggak ngebolehin" Pernyataan Kein semakin membuat Fairel benar benar ingin merobek mulut Kein saat itu juga jika saja ia tak mengingat bahwa ini pesta adik Kein tidak mungkin Kein menghadiri pesta dengan mulut yang robek membayangkannya saja membuat bulu kuduk merinding.
"Ya udah ayok toh calon pasangan deh, aamiin" Kein lagi dan lagi menggoda Fairel dan Aneira yang hanya diam. Aneira dengan cepat mengikuti Kein disusul oleh Fairel dibelakangnya.
Aneira ingin segera bertemu Divandra tapi sayangnya Divandra masih bersembunyi layaknya seorang ratu.
Sesampai di depan panggung yang disana sudah ada berbagai balon berukuran besar, kalimat sweet seventeen yang diletakkan sebegitu indahnya menambah meriah suasana di atas panggung yang mana nanti akan ada Divandra dan kue ulang tahunnya.
Aneira hanya berdiri melihat tamu undangan yang lain banyak tamu yang tak dikenalnya, hanya beberapa siswa CAIS yang Aneira kenal.
Tiba tiba datang seorang pria menghampirinya, dari baju yang dipakainya sepertinya ia salah satu tamu undangan disini.
"Hai" sapanya sambil mengulurkan tangannya. Aneira bisa merasakan ada sesuatu yang aneh dengan pria itu, pria itu sedang mencoba menggodanya.
"Hai" jawab Aneira tanpa membalas uluran tangan pria itu.
Aneira ingin beranjak dari hadapan pria ini, tapi ia merasa tak enak takut pria ini akan tersinggung, alhasil Aneira hanya bisa diam dihadapan pria itu dengan menjawab pertanyaan pria itu seadanya.
"Nama Gue Velix" Pria itu tak patah semangat ia tetap mengulurkan tangannya kepada Aneira, Aneira benar benar takut tatapan pria ini bukan seperti pria baik.
Aneira mencoba melihat sekitar untuk mencari keberadaan Fairel, bukannya tadi Fairel ada di belakang Aneira tapi kemana perginya.
Aneira yang sadar tak ingin bergantung kepada Fairel atau siapapun "Gue harus bisa ngelakuin semua sendiri".
Aneira langsung memutuskan untuk pergi dari hadapan Pria bernama Velix itu, dengan cepat Aneira berbalik tapi tiba tiba Velix malah menahan tangannya membuat Aneira menghentikan langkahnya "Lepasin gue" ujar Aneira kesal
"gue nggak bakal ngelepasin lo kalau gue belum tahu nama lo" ujar Velix semakin berani kepada Aneira
"Lepas" kemudian sebuah tangan memegang tangan Velix dan menariknya sehingga membuat tangan Velix terlepas dari tangan Aneira. Velix dan Aneira terkejut dengan tindakan orang itu yang tak lain adalah Fairel.
Fairel langsung menarik Aneira untuk berdiri di belakangnya.
"Lo siapa?" tanya Velix dengan berangnya, ia tak suka acara perkenalannya diganggu oleh orang yang ntah datang dari mana.
"Gue pacarnya, gue nggak suka tangan cewek gue di pegang sama orang kek lo" ucap Fairel lantang yang membuat orang di sekitar memperhatikan mereka.
Aneira yang berlindung di belakang Fairel benar benar terkejut mendengar perkataan Fairel "Pacar?" ulangnya dalam hati.
***