Flashback
Sudah hampir 15 menit kepergian Aneira, tapi tidak juga kembali membuat Fairel terus menunggu dan terus mencari keberadaan Aneira karena sejak tadi ia tak kunjung menemukan Aneira, bukankan Aneira tadi pergi mencari kotak P3K untuk mengobati lukanya tapi mengapa sampai sekarang Aneira tidak juga kembali. Feirel takut terjadi sesuatu kepada Aneira apalagi mengingat bahwa laki laki jahat itu pasti masih berada di luar sana, jangan jangan Feirel langsung membuang pikiran pikiran buruknya ia tak ingin pikiran buruknya menjadi kenyataan sebisa mungkin Feirel memikirkan hal hal yang positif saja mengenai Aneira.
Feirel memutuskan menuju pintu keluar siapa tau Aneira masih berada di parkiran sedang kesulitan mencari kotak P3K yang ada di dashboard mobil. Feirel mempercepat langkah kakinya tapi tiba tiba ia dihadang oleh sahabatnya Kein.
“Gue buru buru” ujar Feirel berusaha menghindari Kein yang masih setia menghalangi jalannya
“Tunggu bentar bro, lo mau kemana?” tanya Kein heran melihat temannya itu sangat terburu buru sampai tak sedikitpun melihat ke arahnya.
“Gue mau cari Aneira” Ujar Feirel penuh penekanan
“Calm down bro, ini Aneira nitip ini ke gue katanya disuruh kasih ke lo” Kein menyodorkan kotak P3K yang sangat familiar di mata Feirel
“Ini benar kotak P3K yang ada di mobil” pikir Feirel mengambil kotak P3K yang ada di tangan Kein
“Aneira?” tanya Feirel mengulang nama Aneira karena dirinya tak percaya bahwa Aneira memberikannya kepada Kein bukan kepada dirinya, bukankah Aneira yang berusaha keras membujuknya agar Aneira bisa mengobati Fairel tapi lihatlah sekarang ia malah memberikan kotak itu kepada Kein tanpa sepengetahuan dirinya.
“Iya Aneira tadi gue ketemu dia di sana keknya dia habis dari belakang panggung” ujar Kein menjelaskan dimana ia bertemu Aneira
Fairel yang menjadi bingung karena ucapan Kein
Jika Kein melihat Aneira dari belakang panggung berarti tandanya Aneira membawa kotak P3K itu ke arahnya tapi mengapa Fairel tak melihat Aneira sama sekali atau jangan jangan Aneira melihatnya saat dirinya bersama Sheerin.
Fairel mengacak rambutnya kesal, berarti benar Aneira melihatnya bersama Sheerin tadi.
“Kenapa bro, lo kelihatan kesal gitu?” tanya Kein kepada Fairel karena tak biasanya Fairel bersikap seperti itu dihadapannya.
Rambut Fairel yang awalnya sangat rapi sekarang sedikit berantakan akibat tindakannya barusan.
“Terus sekarang lo lihat Aneira nggak?” tanya Fairel cepat ia tak boleh membuang buang waktu untuk mencari Aneira
“Nggak, tapi anehnya Gue lihat jalan Aneira agak aneh gitu” ucapan Kein membuat Fairel menatapnya lekat untuk meminta penjelasan lebih akan ucapan Kein itu.
Kein yang mengerti akan maksud Fairel segera menjelaskan sebanyak yang ia tahu “Tadi gue lihat jalannya agak sedikit pincang, pas gue tanya dia kenapa katanya nggak apa apa, emangnya lo apain dia bro?”
Fairel menggeleng lemah, ia juga tidak tahu tentang apa yang ia lakukan kepada Aneira. Ia hanya merasa bahwa dirinya harus segera menemukan Aneira dan menjelaskan sesuatu kepada Aneira mengenai kesalahpahaman yang terjadi, tak biasanya Fairel seperti ini tapi entah kenapa perasaannya mengatakan sebaliknya bahwa ia harus melakukannya apapun yang terjadi.
Mendengar perkataan Kein yang mengatakan bahwa Aneira tidak baik baik saja membuat hatinya semakin cemas dan khawatir. Perasaan yang sudah lama tak ia rasakan kepada lawan jenis dan sekarang bisa ia rasakan hanya kepada Aneira. Entah sejak kapan Fairel merasakan perasaan seperti ini yang membuat dunianya berbeda 180 derajat. Jika diingat ingat ada banyak momen antara dirinya dan Aneira mungkinkah disaat itu perasaannya tumbuh. Tapi Fairel tahu bahwa dirinya bukan tipe orang yang mudah menyukai perempuan, sampai umurnya 17 tahun Fairel hanya menyukai satu perempuan dan itu Sheerin, dan anehnya perasaannya kepada Sheein masih sama seperti dahulu walaupun sekaang adalah pertemuan pertama mereka dalam waktu kurun waktu 3 tahun.
Fairel juga tak mengerti bagaimana perasaannya sekarang, apakah ia bisa melupakan Sheerin dan segala rasa sakitnya atau kini hatinya sudah berpindah kepada Aneira yang baru ia temui beberapa bulan ini yang menurutnya sangatlah tertutup mengenai dirinya dan keluarganya, hingga Fairel pun tidak tahu bagaimana sikap seorang Aneira yang sebenarnya.
“Woi ditanya malah bengong lo kenapa bro?” Kein yang sejak tadi hanya memperhatikan Fairel yang diam tak bersuara akhirnya memutuskan untuk bertanya.
“Gue harus cari Aneira” ujar Fairel lalu segera beranjak pergi tapi tiba tiba ia ditahan oleh sebuah pertanyaan dari Kein “Lo tadi ketemu Sheerin nggak?”
Fairel mengepalkan kedua tangan yang berada di sampingnya mengucapkan kata maaf berulang kali karena harus berbohong kepada Kein sahabatnya “Nggak gue nggak ketemu sama Sheerin” kemudian Fairel langsung pergi mencari Aneira karena tujuannya sekarang adalah Aneira ia harus menjelaskan apapun yang terjadi.
Kein berdiri mematung terdiam memperhatikan Fairel yang sudah berjalan menjauh darinya “Kenapa lo nggak pernah jujur ke gue ketika menyangkut Sheerin” tanya Kein kepada Fairel yang hanya bisa di dengar oleh angin dan dirinya karena Fairel yang sudah pergi menjauh dari dirinya.
Flashback End
***
Fairel menatap Aneira yang melangkah menuju panggung, hatinya terasa bergemuruh saat melihat Aneira melangkah dengan perlahan. Fairel tahu ada yang salah dengan langkah Aneira, benar apa yang dikatakan Kein Aneira sedang tidak baik baik saja tapi sedang berusaha terlihat baik baik saja.
Fairel terus menatap Aneira yang berjalan hati hati di panggung, terdengar decak kagum dari para tamu undangan yang memuji Aneira yang terdengar oleh Fairel. Untuk hal ini Fairel tak bisa mengingkari bahwa memang benar Aneira sangat cantik malam ini itu mengapa perasaannya terus merasa gugup berada di samping Aneira.
Fairel merasa bahwa Aneira terus menghindari tatapannya, mungkin memang benar tebakan Fairel bahwa Aneira melihat semuanya antara dirinya dan Sheerin, Fairel berjanji setelah turun dari panggung ini ia akan menjelaskan semuanya kepada Aneira.
Tatapan Fairel dan Aneira saling bertabrakan, membuat Fairel terdiam menikmati mata itu yang entah kenapa mampu membuatnya tenggelam saat itu juga, tapi Fairel merasakan ada yang berbeda dari tatapan Aneira tapi Fairel tidak tahu apa itu.
Fairel masih belum mengenal Aneira dan Aneira juga masih belum mengenal dirinya itulah yang dipikirkan Fairel mengenai dirinya dan Aneira.
Padahal tanpa Fairel tahu Aneira sangat mengetahui dirinya semua tentang Fairel dan masa lalunya tapi Aneira mencoba untuk terus berpura pura agar mempercepat misinya dan menghilang dari hadapan Fairel agar dirinya bisa dengan cepat menghilangkan perasaannya kepada Fairel sebelum semakin dalam.