14

811 Words

Raphael menutup jarak pandangnya sendiri dengan merentangkan lebar-lebar koran paginya. Ini baru hari pertama kedua kakak Livia disini, tapi mereka menganggap bahwa ini rumah mereka sendiri. Livia tengah di dapur sejak tadi, sibuk membuat sesuatu. Raphael tak tahu kalau gadis itu bisa memasak. Mengingatkannya bahwa ia hampir tak tahu apapun tentang Livia. Kebalikkannya dengan Leon, yang mengetahui apapun. Dia mengaku bahwa setiap kali Michael menemuinya, atau sebaliknya, selalu terselip nama Livia disana. Apa yang ia suka, apa yang tak ia suka, hobinya, makanan favoritnya atau apa ia memiliki alergi atau tidak. Raphael tahu, seharusnya, ia bersikap gentleman dengan bertanya pada Livia kehidupan gadis itu. Tapi ia merasa itu tak perlu. Ia hanya bisa mencintai Penelope, saat wanita itu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD