15

1133 Words

Raphael bermimpi hal yang paling tak ia ingin ingat sepanjang hidupnya. Hari saat ia pergi ke Katredral. Raphael memakai jas putihnya dengan senyum mengembang saat ia berdiri di depan cermin besar, sementara Leon, duduk di belakangnya sambil menekuk lutut. Raphael berbalik menatapnya, cemas dan penuh harap. "Aku tak akan meneteskan air liurku di depan ratusan orang kan?" Leon, terkekeh geli sambil balas menatap kasihan. "Kau tak akan gila sebelum malam pertama kan?" "Aku takut akan meremas tangan Penelope nanti." "Kau tak akan. Dan kalau kau melakukannya, ingat saja dimana kau tidur malam ini." Kedua lelaki itu tertawa sebelum Raphael membuka pintu dan keluar dari kamar hotelnya. Ia dan Leon bercanda sembari memasuki mobil, yang siap mengantarnya ke Katredral. Mimpi itu dengan cepa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD