21

814 Words

Sepanjang perjalanan pulang dari bandara, terjadi keheningan yang menyesakkan di antara Raphael dan Livia. Raphael menatap lurus ke jalanan di London sementara Livia menyandarkan kepala di kaca saat kedua tangannya memegang erat sabuk pengaman. Livia bingung harus mengucapkan apa setelah salam perpisahan unik dari Antonio. Seluruh bandara mendengarnya dan bahkan saat mereka pulang tadi, pegawai menunjuknya geli. Kalau Antonio mengatakannya saat tak di tempat ramai atau hanya ada mereka saja, Livia mungkin akan melemparkan benda pertama yang bisa ia raih. Tapi sayangnya Antonio memilih waktu dan tempat yang pintar, membuat Livia hanya bisa merutuki kebodohan kakaknya. Wanita itu menggerakkan sedikit kepalanya saat menatap Raphael dan wajahnya tampak mengerut sebelum ia kembali menat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD