Raphael dengan hati-hati mengangkat kepala Livia dengan tangan kanannya saat lengan kirinya menyelusup masuk dan membaringkan kepala Livia di atas lengannya. Ia menaruh tangannya yang bebas di punggung Livia saat ia mendekat dan merapatkan tubuh mereka. Tubuh Livia masih sedingin tadi dan ia menyampirkan selimut untuk menutupi tubuh Livia. Buku tangan lelaki itu mengusap lembut rahang Livia. Raphael tanpa sadar menelan ludah memikirkan kemungkinan seandainya ia pulang lebih lambat, seandainya ia tak lebih cepat mencari Livia. Raphael mendongak ke bawah, menatap mata Livia yang terpejam. Ia bisa merasakan bagaimana kenyal dan padatnya p******a wanita itu saat menyentuh dadanya. Atau tungkainya yang panjang saat menyentuh paha Raphael. Ia lelaki normal dan sehat. Dihadapkan akan tubuh t*

