Livia buru-buru mengunci pintu kamarnya dan ia menahan pintu dengan punggungnya sendiri sewaktu ia tersenyum lebar. Ia tak menyangka kalau ia bisa senekat itu. Ia tak dapat menyembunyikan senyumnya. Livia buru-buru berlari ke arah ranjangnya, meraup netbooknya. Ia tak tahu apa yang harus dikenakan untuk besok atau bagaimana ia harus bersikap. Saat seperti ini ia harus bertanya pada ahlinya. Tak mungkin ia menanyakannya ke Antonio atau Michael. Mereka malah akan menyesatkannya. Atau mungkin malah langsung datang dan menganggu. Eve? Apalagi. Gadis itu memiliki tingkat kepercayaan diri yang sangat rendah dan belum pernah berpacaran. Tak akan membantu. Jadi ia harus menelpon Nath. Terasa tak etis memang karna Nath adalah sekretaris kakaknya dan mereka berdua tak berteman ataupun cukup era

