32

1811 Words

Raphael terbangun lebih dulu pagi itu saat merasakan sebuah tangan berada di dadanya. Ia mengerutkan dahi dan menatap ke samping, menemukan Livia yang tengah tertidur bersamanya, dengan pakaian lengkap. Ia ingat kemarin setelah ia meminta Livia menciumnya, Raphael membawa mereka ke ranjangnya dan memeluk badan wanita itu dari belakang. Lalu Livia jatuh tertidur dan Raphael ikut tertidur di sampingnya. Lelaki itu tersenyum lebar, menatap wajah Livia yang tertidur. Dengan kuku jarinya, Raphael menelusuri bentuk wajah Livia sementara tangan wanita itu masih ada di dadanya. Kuku Raphael bergerak membentuk lingkaran di pipi Livia, turun terus ke dagu, lalu kembali naik ke bibirnya yang tampak sedikit terbuka. Raphael mencubit pelan bibir merah itu, sementara Livia mulai tampak terganggu.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD