Nafas Livia tampak tak teratur sementara kepalanya bergerak ke kiri dan kanan dengan liar. Badannya yang berada di balik selimut ikut bergerak resah. Jarinya mencengkram tepi selimut saat titik keringat berkumpul di wajahnya. "Tidak..tidak..." igaunya dalam mimpi saat mulutnya meracau tak jelas. Dolphie, yang sedang tertidur dengan posisi kedua kaki depannya tertekuk dan menopang wajahnya, terbangun saat menyadari suara Livia. Anjing itu menggonggong, naik ke kasur dengan indah dan menatap Livia yang resah. Ia mengibaskan ekornya saat Livia tampak bernafas dengan susah payah. Dolphie bukan hanya anjing peliharaan semata. Ia sudah dilatih oleh kedua lelaki Larodi bersaudara, kapan saja Livia mengalami mimpi buruk, Livia harus memeluk bantal awan buatan ibu mereka. Sayangnya, saat in

