1. DIJODOHKAN?

482 Words
"Huhh... " Faiza mendengus "Ada apa ?" Tanya Hafiz sedikit cemas. " Disuruh pulang sekarang juga sama abah" jawab Faiza pelan. Gadis cantik itu berdiri, kemudian berjalan mondar mandir. Hafiz yang melihatnya tiba - tiba merasa pusing. " Memangnya ada apa sih Za?. Apa yang kau maksud ustad Haikal tadi Haikal Amrullah?" "Darimana kamu tahu?" Faiza balik bertanya. Hafiz memonyongkan bibirnya "Asal tebak saja. Kan yang lagi viral di medsos dan digilai emak-emak juga cewek-cewek dia". "ha hahaa... " Faiza tertawa ". Kamu fans ustad Haikal juga ya?". "idihh.... enggak lah, ustad sok kecakepan gitu. mending juga ngidolain artis korea, cakep-cakep sungguhan". Faiza memukul tangan Hafiz menggunakan ranting kecil yang dipegangnya. "Duhh... sakit tau..." Hafiz meringis pura-pura kesakitan. "Lebay!". Faiza memukul tangan Hafiz beberapa kali lagi. "Tapi aku rela dipukul seribu kali olehmu Za, aku rela. bahkan mati ditanganmu pun aku rela" Kata Hafiz manja. " Ga usah ngombal. 1 jam lagi rombongan ibu-ibu PKK desa sebelah datang". Sergah Faiza "iya... trus gimana donk Za?" Hafiz mulai ikut bingung "Yaa gimana lagi? tentunya kamu yang harus melayani dan menyambut mereka". "Aku males Zaa... kalau berhadapan sama emak-emak. Apa lagi emak-emak yang ganjen, suka nempel-nempel sok akrab kalau lihat brondong yang ganteng dan keren kayak aku!". Seru Hafiz percaya diri. "Hmmm... PD nya itu lho level kabupaten". Faiza memukul Hafiz sekali lagi dengan ranting. " Ini aku serius Fiz, please... tolong kamu handle semua ya, kan mbak lita lagi ga ada. Sebagai adik anggap saja kamu sudah membantu kakakmu menyelesaikan tugasnya". "Memangnya ada apa sih ustad Haikal mencarimu? Jangan - jangan...". "Jangan-jangan apa?" potong Faiza "Jangan - jangan kamu mau dijodohkan dengan ustad Haikal". "Huss... sembarangan..." Faiza mengepalkan tinju kearah Hafiz. Hafiz menyeringai lalu tertawa bergelak memperlihatkan barisan giginya yang putih. "Coba ngomong sekali lagi, aku lemparkan kamu ke kolam lele, biar jadi menu makan siang untuk mereka!" Ancam Faiza "Terus gimana sekarang, kamu benar-benar mau pulang?" tanya Hafiz serius "Bingung juga sebenarnya. Tapi kalau sampai aku gak pulang, bisa-bisa diceramahi abah sampai subuh". " Yaudah buruan sana pulang". Seloroh Hafiz "Nih aku serius Fiz... kamu kan sedikit banyak juga sudah tau perihal tanaman holtikultura. Dan bagaumana cara membudidayakannya. Biasanya kalau rombongan ibu-ibu, yang ditanyakan tidak jauh dari nama-nama tanaman atau bunga. terus harga bibit sama bagaimana cara budi dayanya. Aku yakin kamu bisa". kata Faiza meyakinkan. "Ta... tapi aku takut " Hafiz merengek manja. "Takut ?" Faiza tertawa geli. " Takut apa?". "Takut diculik emak- emak. Secara kan aku imut...ganteng... dan menggemaskan..." Faiza mendelik " Awas jangan ganjen. aku pulang sekarang ya. kalau ada masalah yang tidak kamu mengerti kamu bisa telpon atau WA aku". "Ok... ok tuan putri. tapi ingat ya jangan mau kalau dijodohin sama ustad Haikal karena...". "Fiz aku pulang sekarang". potong Faiza. " Sory nih abah nelphon lagi. Assalamualaikum..." "Waalaikumsalam waroh matullahi wabarokatu. Hati - hati za..." Teriak Hafiz karena faiza sudah pergi naik sepeda motornya dengan terburu-buru.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD