Seperti biasanya sebelum keluar rumah, Hesa akan mematut diri di depan cermin. Make up sengaja ia pertebal untuk menyamarkan parasnya yang pucat. Matanya yang belo sembap oleh tangis semalam. Hesa patut bersyukur karena terlahir menjadi gadis yang cantik jelita. Kulitnya putih menurun dari ibunya. Ia memiliki darah campuran Indonesia Korea. Tingginya 170cm. Tubuhnya molek, ramping, dan memiliki pinggul yang menggoda. Perawakannya matang di usianya yang masih belia. Banyak yang mengiranya anak kuliahan saat ia tak mengenakan seragam sekolah kala itu. Jika sudah berdandan layaknya gadis dewasa, semua jantan pasti akan meliriknya. Gue udah siap! Hesa memainkan gawai untuk berkirim pesan dengan Salma. Rencananya hari ini ia akan berziarah ke makam kedua orang tuanya. Ia sudah sangat rindu.

