Beberapa tahun yang lalu, ayah Hesa mengabari tak bisa pulang ke Indonesia dalam waktu dekat karena suatu hal yang mendesak. Entah apa itu, Hesa tak menerima alasan yang masuk akal. Padahal jauh sebelumnya Hesa sudah mewanti-wanti orang tua tunggalnya itu untuk mengosongkan jadwal demi memenuhi kunjungan pengambilan rapor kelulusan sekolah menengah pertama. Lagi-lagi Hesa harus menelan kekecewaan, dan terpaksa meminta paman dan tantenya menjadi badal. Hesa mengayun langkahnya menuju kamar paman dan tantenya yang berada di pojok lantai dua. Setelah beberapa kali ketukan tak ada sahutan, akhirnya Hesa memilih membuka pintu itu perlahan. Kosong! Paman dan tantenya tidak ada di kamar. Saat Hesa akan berbalik, samar-samar ia mendengar suara aneh yang belum pernah ia dengar sebelumnya. Hesa s

