Maheswati 19

980 Words

Berat Hesa menerima kenyataan ini. Hati nuraninya tak berhenti menyalahkan anak yang tengah ia kandung. Baginya, anak ini penghambat! Benar saja, cita-cita Hesa harus kandas karena makhluk tak berdosa ini. Di tahun pertama kuliah ia memutuskan mengambil cuti. Hesa tak ingin teman-teman di kampus sampai mengetahui kehamilannya. Lapor, surat cuti udah diACC. Hesa membaca ulang pesan dari Salma. Batinnya tak berhenti merutuk. Semua ini salah Mas Hakim! Semua ini gara-gara kamu! lagi-lagi Hesa memukul perutnya. Kini mata innocent itu tertuju pada buku-buku berisi materi kuliah yang baru seminggu lalu dibeli. Tumpukan sketchbook yang tertata rapi di atas meja belajar, dan peralatan gambar profesional yang lengkap. Mulai dari beli sendiri, pemberian dari Edzard, dan hadiah saat rancangan bu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD