"Aaaah, kenyang!" Salma menyandarkan punggung saat pandangannya tertumbuk pada Hesa yang menyantap salad dengan ogah-ogahan. "Ish! Itu makanan rezeki, Sa. Gitu amat lo ngadepin rezeki!" Yang diprotes diam tak menanggapi. "Udah berapa kali sih gue bilang, lo nggak usah nethink dulu." Hesa meletakkan sendok garpunya. Lidahnya hambar dan tenggorokannya susah untuk menelan. "Kalaupun amit-amit dia ada affair sama adek iparnya, pasti juga udah dari dulu diembat itu dokter cantik. Buktinya nggak kan?" "Apaan sih lo ngomong cantik segala!" Hesa bersungut kesal. "Cantikan juga gue kemana-mana!" Salma melotot, dan gelak pun tak bisa dihindari. "Dih sensi kek emak-emak. Gue jadi makin yakin kali ini lo bener-bener cemburu buta. Hahahaha!" "Anterin gue balik aja, Mon." "Lah, jam dua nanti a

