Dua Puluh Tujuh

1166 Words

Alric menghentikan mobilnya tepat di seberang rumah sederhana yang tampak kusam tak berpenghuni. Ia lantas mematikan mesin mobilnya. Alric melirik Leo yang diam menatap lurus ke rumah sederhana itu. Tatapan Alric beralih ke kaca spion yang langsung mengarah pada Misha yang terduduk di belakang. Alric mengembuskan napas berat. "Anak buahmu sudah dikondisikan?" Alric membuka suara.   Leo terlihat frustrasi bercampur gelisah. Leo menyandarkan punggung lebarnya di sandaran jok mobil. "Mereka akan sampai dalam waktu kurang dari lima belas menit lagi," sahut Leo lesu.   Alric terdiam menggerakkan jemarinya mulai menghitung. Tidak ada yang berbicara lagi. Misha sedari tadi hanya diam tak sedikit pun membuka suaranya. Tadinya dia akan mengantarkan Misha ke rumahnya dan berjanji membawa Raia d

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD