11 :11

1367 Words

"Akhhh..." ringis Marinka. "Hai Ngga..." katanya kemudian dengan pelan. Leon tidak menjawab, dia hanya menatap Marinka dengan sangat lama. Setelah itu Leon hanya menampilkan senyum tipis miliknya dengan mata yang menunjukkan kesedihan dan kekhawatiran yang sangat besar pada Marinka. Keduanya dilanda suasana hening sejenak, dengan Marinka yang mencoba menenangkan kepalanya yang berdenyut hebat dan Leon yang diam menatap datar gadis itu sambil mengusap-usap kening Marinka. Namun tangan Leon segera ditepisnya saat Marinka teringat sesuatu. "Kenapa kita ada disini? Bukannya kita seharusnya ada panti bersama bu Maria?" tanyanya cepat. "Dimana Angel?" tanya Marinka dengan nada dan wajah yang berubah nyalang seketika. Dengan cepat tangan Marinka memegang perutnya. Perut yang seharusnya masih

Great novels start here

Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD