Marinka melangkahkan kakinya menuju ruangan kerjanya. Marinka tau kalau dia plin plan, setelah 2 hari yang lalu dia meminta papanya untuk berhenti bekerja. Keesokan harinya Marinka meminta papanya membatalkan pemberhentian itu, semua setelah papanya menasehati dia tentang memperbaiki diri, lalu soal menujukkan ke orang yang menilai kita bahwa kita bisa berubah menjadi lebih baik. Itulah alasan Marinka bisa ada di tempat ini sekarang. "Loh, mbak Marinka masih kerja ya?" tanya Minnie sebagai sapaan buat Marinka ketika keduanya bertemu. Marinka tersenyum kecut. Namun secepat itu juga dia mengubah wajahnya kembali lebih ceria. "Iya masih kerja disini, sampai ngedapatin komandan Leon," kata Marinka dengan senyum lebar from ear to ear. Gantian senyum Minnie yang hilang dengan cepat dari waja

