Marinka mencoba memejamkan matanya dalam pelukan Leon. Sejujurnya Marinka masih memiliki banyak pertanyaan yang ingin dia tanyakannya pada Leon, tapi mengingat pertanyaan dia yang tadi saja belum ditanya, membuat Marinka mengurungkan niatnya. Entah kenapa Marinka bisa melihat luka kesedihan dari tatapan mata yang bisanya sangat sulit untuk dibacanya itu. Meski memejamkan matanya, Marinka tidak bisa tidur sama sekali. Membuat Marinka akhirnya memutuskan untuk membuka matanya. Saat Marinka membuka matanya, Marinka mendapati Leon tengah menatapnya juga. Melihat tatapan itu, Marinka yakin kalau Leon sedang memikirkan sesuatu. Perlahan tangan Leon terangkat lalu bergerak menuju kepala Marinka, memperbaiki rambut Marinka yang jatuh menutupi sebagian wajahnya. Tatapan mereka masih saja melekat

