" kalau bukan karena lo, gue gak akan kehilangan karina. "
kata - kata andri terdengar jelas ditelinga mega. mega menatap Hani ,menuntut penjelasan. lalu mega mendekati andri ,ingin menanyakan maksud dari ucapannya. karena yang dia tau dari karina, andri sangat menyukai hani.
" sory, maksud dari omongan lo apa ya?. lo dulu suka sama karina?. " mega membalik bahu andri agar menatapnya.
andri merasa heran dengan wanita yang tiba - tiba menginterupsinya.
" lo siapa ?. "
" gue mega. kakak kelas lo juga , sahabat karina. "
mendengar nama karina disebut andri langsung memusatkan perhatiannya pada mega.
" lo sahabatnya karina?. jadi lo tau dong dimana karina sekarang ?. "
hani yang mendengar pertanyaan andri langsung panik.
" kenal lah. tapi sory kalau gue nanya, lo dulu suka sama karina?. bukannya dulu lo pacaran sama hani?. " tanya mega heran.
andri menimang sesaat. lalu matanya menatap hani yang wajahnya mulai terlihat tidak nyaman.
" ini nih, gara - gara cewek ini. dia bilang karina gak suka sama gue , karina udah puny. . . "
" andri, aku mau ngomong sama kamu, ayo. " hani menarik tangan andri. sebelum pria itu membuka mulutnya dan membongkar kebohongannya dulu didepan mega.
" gue gak ada waktu buat lo. "
mega menyadari gelagat aneh hani.
" lo tau karina dimana sekarang?. " tanya andri pada mega. mega tidak menjawab. haruskah dia memberi tau andri jika karina sebentar lagi akan menikah?. jika mega memberi tau andri, akankah itu mengganggu rencana pernikahan karina dan rama?.
" gue harus ketemu karina, siapa nama lo tadi?. mega?. "
mega mengangkat alisnya. saat dia akan membuka mulutnya, hani langsung menarik lengan andri untuk mengikutinya ke pojok parkiran.
ponsel mega berdering. dan panggilan telepon itu meminta mega untuk segera ke kantor. ada client penting yang ingin berkonsultasi dengannya.
tanpa pikir panjang mega langsung masuk kedalam mobilnya, dan pergi meninggalkan tempat itu. andri yang melihat mega pergi berlari ,mencoba menghentikan. namun mobil mega pergi terlalu cepat.
" lo, gue minta kontak dia. "
" untuk apa sih ndri?. lagi juga aku gak punya kontak dia. kamu ngapain sih?. kamu gak kangen sama aku?. " lagi, hani berbohong.
andri mengerutkan alisnya. merasa jengah dengan sikap tidak tau malu hani.
" gue tau lo itu gak tau malu. tapi seenggak nya lo harus tau diri. kalau bukan karena lo, gue pasti udah bisa milikin karina, dan mungkin sekarang dia udah jadi istri gue.lo tau kan sesuka dan sesayang apa gue sama karina dulu?. gara - gara lo. . . " andri menatap kesal pada hani, sedang hani hanya melipat tangan, acuh. seperti biasanya.
" terus lo ngapain masih nyari dia ?. lo penasaran gimana perasaan dia sama lo dulu?. konyol banget. ini tuh udah belasan tahun. lo masih gak bisa move on?. " tawa hani terdengar seperti ejekan ditelinga andri.
wanita ini benar - benar. batin andri.
" lo ,seenggak lo minta maaf, tunjukin kalau lo nyesel dan merasa bersalah atas kebohongan lo dulu. dasar manipulatif. "
" itu salah lo kali. lo dulu terlalu pengecut buat nyatain langsung ke karina kan?. kenapa jadi nyalahin gue. terus ,setelah sekian tahun yang berlalu, lo pikir karina masih inget sama lo?. "
andri diam.
" kalau dia lupa sama gue, gue akan bikin dia ingat lagi sama gue. kita dulu punya kenangan yang indah, sebelum lo masuk dan mengacau. dasar sahabat muka dua. "
andri pergi ,membawa kakinya untuk meninggalkan hani, namun kata - kata hani menghentikan langkahnya.
" percuma lo nyari karina, dia gak inget sama lo. for your information, dua bulan lagi karina mau nikah, sama laki - laki yang udah dia pacarin semala lima tahun. "
andri diam ditempat. masih mencerna apa yang diucapkan hani.
" karina sama sekali gak inget sama lo. lo cuma bagian dari masa lalunya yang gak penting. jadi lo gak usah capek - capek nyari dan ngejelasin semuanya sama karina. "
hani mendekati andri.
" lebih baik kita lanjutin aja apa yang kita lakukan saat masih pakai seragam putih abu - abu. " hani melingkarkan kedua tangannya di bahu andri.
jarak wajah andri dan hani sangat dekat. bahkan andri dapat mencium wangi parfume milik hani, yang masih sama dengan lima belas tahun yang lalu.
" wangi parfumenya masih sama. " ucap andri dalam hati. sebelum andri terhanyut oleh hani, dia segera menepis tangan hani, lalu meninggalkan wanita itu diparkiran.
hani memainkan rambutnya, menatap punggung andri yang makin menjauh.
" menarik. gue jadi punya tantangan baru. hhmm. . . gimana ya?. gue harus mulai dari rama atau andri ?. " senyum licik hani terlihat.
" ini yang bikin gue benci sama lo karina, lo gak lebih cantik dari gue, tapi kenapa semua cowok bisa suka sama lo. sampai rama yang ganteng dan mapan juga memilih lo. "
hani ingin merebut sekali lagi kebahagiaan sahabatnya dulu.
" ayo kita lihat , sejauh mana rama bisa bertahan. " senyum manis hani merekah.
* * * * *
Rama terperanjat melihat karina keluar dari kamar ganti. karina muncul dengan gaun pengantin putih dengan belahan d**a yang tidak terlalu rendah. gaun pengantin itu sangat pas di tubuh kecil karina.
" kamu cantik banget rin. "
karina menunduk, malu.
" cocok gak ram?. "
" banget. kamu sempurna pakai gaun itu. "
pegawai yang melihat juga mengangguk setuju dengan kata - kata rama.
" aku curiga sama desainernya. kamu kenal ya sama yang bikin baju?. "
karina menggeleng heran.
" gak mungkin. aku jadi curiga. " rama mengelus - elus dagunya, nampak berpikir.
" curiga kenapa ?. " raut wajah karina main heran.
" desainernya pasti kenal sama kamu. iya kan?. "
" apa sih ram , enggak kok. " karina tertawa sambil meliuk - liukkan tubuhnya.
" kalau gak kenal, kenapa gaun ini pas banget sama kamu. seolah gaun ini diciptakan memang khusus untuk kamu. " rama mendekati karina. memeluknya dari belakang.
pegawai yang menemani mereka segera keluar ruangan. mungkin sungkan melihat kemesraan sepasang calon pengantin itu.
" ram, malu ih. Mbak nya sampai keluar ruangan lho. " karina menepuk lengan yang melingkar di perut ratanya.
" biarin aja. namanya juga calon pengantin. " rama mencium kepala karina dari belakang.
" rin, sekarang aja yuk. "
karina lagi - lag mengerutkan alisnya.
" apanya yang sekarang?. " terlihat karina menahan senyum.
" nikahnya, yuk ke KUA sekarang. nunggu dua bulan rasanya kok lama banget ya. " rama menggoyangkan tubuhnya ke kiri dan kanan. membuat tubuh karina mengikuti gerakannya.
" oh ,ke KUAnya aku pikir apanya yang sekarang. " karina mengulum senyum.
alarm rama berbunyi.
" memangnya kamu pikir apanya yabg sekarang?. "
" bukan apa - apa. " karina melepas tangan rama.
" ayo ngaku, kamu mikirin yang anu ya?. " goda rama.
" enggak. apa sih anu anu. " karina menghindari tatapan rama,namun rama melihat dari cermin jika wajah karina memerah.
" lucu banget sih. " batin rama.
saat karina melewati rama untuk masuk ke bilik ruang ganti, tangan rama menahannya. karina langsung menahan senyum. tau apa yang akan dilakukan kekasihnya itu.
" ayo, kamu mikirin apa?. bisik rama pelan saat wajah mereka sudah mendekat. rama merapatkan tubuhnya pada tubuh karina.
" ram, lepas. nanti dilihat orang. " karina bicara sambil menahan tawa. dia mengulum bibirnya.
" kok diumpetin ?. "
karina menggelang sambil tetap mengulum bibirnya.
" ish, kamu nih. kamu pikir aku gak bisa buka mulut kamu ?."
rama gemas pada calon istrinya. dia mendekatkan wajahnya pada wajah karina, sangat dekat. saat bibir rama akan menempel pada bibir karina yang dikulum, seorang pegawai tiba - tiba masuk. tapi melihat adegan apa yang terpampang didepan matanya, dia langsung keluar lagi
" eh?. maaf maaf ,silahkan lanjutkan . " pegawai itu langsung menghilang dibalik pintu.
" tuh kan ram, dilihat orang. malu tau. " karina melepas tangan rama, kali ini dia benar - benar masuk kedalam bilik ruang ganti. namun hatinya berdebar.
saat karina sedang melepas baju, dia mendengar ponsel rama berdering. lalu rama mengangkatnya.
" ya ,halo. ada apa han? "
tangan karina yang sedang melepas resleting langsung terdiam.
hani?. tanya karina dalam hati.
" iya, besok pagi. kamu baca -baca lagi aja dokumennya. biar besok tau point - point pentingnya. "
" . . . "
" iya ,gak apa - apa kok. kamu juga kan masih belajar. tapi pelajari lebih cepat ya. "
" . . . . "
" saya sedang diluar. sama karina. iya. sampai besok. "
rama menutup panggilannya. tanpa tau karina dibalik pintu sedang menahan kegelisahan. kenapa hani harus menelepon rama di hari libur seperti ini?. dan kenapa suara rama terdengar bicara dengan sangat ramah pada hani?.
" rin, kami masih lama?. butuh bantuan aku gak?. " rama bertanya sambil menggoda karina. namun tidak ada sahutan dari dalam.
" rin ?. karina ?. "
" karina, kamu gak apa - apa ?" rama mengeruk pintu bilik karina. karena karina tidak kunjung menjawab.
tak lama karina keluar. raut wajahnya tidak secerah saat dia masuk tadi.
" kamu gak apa - apa ?. kok diem aja aku panggil?. "
karina hanya tersenyum sekilas lalu menggeleng. karina membuka pintu dan memanggil seorang pegawai. mengatakan bahwa dia sudah selesai fitting baju. dan menunjuk gaun yang akan dia pakai nanti.
" terima kasih mba ,mas, semoga segala urusannya dilancarkan ya. dan tidak ada halangi sampai hari H nanti. " ucap pegawai butik saat karina dan rama ingin meninggalkan butik.
" sama - sama mba. " hanya rama yang menjawab. sedang karina diam saja. pikirannya sedang tidak baik - baik saja.
dalam perjalanan pulang, karina juga diam saja. saat rama bertanya atau mengatakan sesuatu.
" kamu kenapa? gak enak badan?. kok tiba - tiba jadi diam. "
" enggak , aku baik - baik aja?. "
" atau kamu kecapean?. mau makan malam dulu ?. "
" gak ,aku mau pulang aja ram. "
karina membuang muka keluar jendela mobil. seharusnya karina bisa bersikap biasa saja pada rama. karena kekasihnya memang tidak tau apa - apa. tapi entah kenapa, segala sesuatu yang berhubungan dengan hani selalu membuat mood karina buruk. sebenci itu dengan mantan sahabatnya dulu.
" yakin gak mau makan malam dulu?. aku tau warung pecel ayam yang baru buka. enak lho , tempatnya juga bersih. mau ? "
" enggak ram. "
" atau kita makan seafood ?. searah juga nih sama jalan pulang kerumah kamu. "
" gak ram, aku mau pulang. "
" heemm, gimana kalau kita. . . "
" RAM, AKU MAU PULANG. BISA GAK KAMU GAK USAH NANYA - NANYA LAGI? BERISIK TAU GAK !. "
karina berteriak. membuat rama reflek menoleh kearah karina dengan wajah berkerut. rama hanya menatap tanpa berkata apa - apa. membuat karina merasa tidak enak hati.
" maaf ram, aku . . "
rama memegang tangan karina. menepuknya pelan. menenangkan karina.
" its okey, kamu pasti cape ya?. kita pulang ya?. " rama berkata pelan. setelah itu tidak ada yang bicara lagi diantara mereka. karina menggigit bibir bawahnya, merasa bersalah pada rama.
saat karina ingin membuka mulutnya, notifikasi pesan masuk di WA nya berbunyi. karina membuka ponselnya, lalu membaca satu pesan masuk dari nomor yang tidak tersimpan di ponselnya.
jantung karina berdetak kencang. dia menggenggam erat ponselnya, kedua alis karina bertautan. apa - apaan ini?
+6288293456789
[ hai karina. ini aku andri. kamu, apa kabar?. ]
- tbc-